Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Konsensus saat ini memperkirakan potensi kenaikan pasar sebesar 8 hingga 10 persen sepanjang 2026, ditopang oleh permintaan domestik yang tangguh dan meningkatnya kepercayaan investor,” ujarnya.
Dari sisi valuasi, ia menilai pasar saham Indonesia masih berada di bawah rata rata historisnya. “Bagi investor global yang selektif, Indonesia semakin menjadi pilar utama pasar berkembang dengan kualitas tinggi,” kata Shan.
Optimisme tersebut sejalan dengan pandangan Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro. Dia melihat penguatan IHSG sebagai bagian dari reli regional Asia.
Baca juga : Kedinginan Di Tenda, Bisa Mandi Air Panas Setiap Hari
“IHSG meningkat ke level 8.748 seiring dengan kenaikan luas bursa saham Asia, didorong oleh aksi beli kembali saham oleh investor setelah profit taking di akhir 2025,” ujarnya.
Andry juga menyoroti kondisi makro domestik yang tetap terjaga. Misalnya, PMI Manufaktur yang berada di zona ekspansi, dengan permintaan domestik tetap menjadi penopang utama. Kemudian, Investor asing mencatatkan arus masuk bersih Rp 1,1 triliun ke pasar saham, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke 6,05 persen.
“Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas makro Indonesia," terang Andry.
Baca juga : IKN Fokus Ke Penguatan Fungsi Kota-Pemerintahan
Dengan kombinasi penguatan pasar saham, masuknya dana asing, serta penurunan yield obligasi, Indonesia dinilai memulai 2026 dari posisi yang kuat.
Dukungan kebijakan yang kredibel, permintaan domestik yang solid, dan valuasi pasar yang masih atraktif membuat Indonesia semakin dipandang sebagai tujuan investasi utama di Asia Tenggara.
10 Besar Bursa Dunia
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman menargetkan, BEI masuk jajaran 10 besar bursa dunia dalam lima tahun ke depan. Target tersebut tertuang dalam Masterplan BEI 2026–2030, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi.
Baca juga : Haryono Umar: Jangan Ada Selisih Besar Tak Dijelaskan
BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 15 triliun pada 2026. Selain itu, BEI membidik total 555 pencatatan efek, termasuk 50 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), serta penambahan 2 juta Single Investor Identification (SID) baru. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya