Dark/Light Mode

Trump Janjikan Investasi Minyak di Venezuela, Saham Chevron Melonjak 7,5 Persen

Senin, 5 Januari 2026 21:21 WIB
Ilustrasi SPBU Chevron (Foto: Pexels)
Ilustrasi SPBU Chevron (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saham produsen minyak Chevron melonjak 7,5 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Senin (5/1/2026), menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menjanjikan investasi besar di sektor energi Venezuela.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah operasi militer AS terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026), yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump memastikan, AS akan berinvestasi miliaran dolar di sektor minyak Venezuela dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah di negara tersebut. 

Baca juga : Trump Tangkap Maduro, AS Pimpin Venezuela & Ambil Alih Minyak

Saat ini, Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak asal AS yang masih beroperasi di Venezuela. Dalam satu dekade terakhir, perusahaan ini beroperasi secara naik-turun di tengah sanksi AS dan serangkaian pengecualian (waiver). Sekitar seperempat produksi minyak Venezuela yang dihasilkan Chevron, diekspor ke AS.

Analis pasar menilai, sekarang ini Chevron berada pada posisi yang sangat menguntungkan. Neil Wilson, ahli strategi di platform perdagangan Inggris Saxo Markets mencatat, saham Chevron—yang juga terdaftar di Bursa London—melonjak pada sesi perdagangan pagi, seiring ekspektasi perusahaan tersebut menjadi penerima manfaat utama dari investasi AS di Venezuela.

Baca juga : Kawasan Industri Bertambah Jadi 175 Lokasi, Investasi Melonjak 9,26 Persen

Sementara Clayton Seigle, peneliti senior Program Keamanan Energi dan Perubahan Iklim di Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai, Chevron memiliki keunggulan strategis dibanding pemain lain.

Michael Klare, peneliti tamu senior di Arms Control Association pun setali tiga uang. Klaten berpendapat, jejak operasional Chevron di Venezuela selama bertahun-tahun membuat perusahaan lain sulit bersaing.

Baca juga : Menteri Ekraf: Investasi Aplikasi Dan Game Melejit Berkat Gen Z

“Anda tidak bisa begitu saja datang ke Venezuela dan langsung memompa minyak. Ini adalah proses yang sangat kompleks dan Chevron telah menguasainya selama bertahun-tahun. Sangat sedikit perusahaan yang memiliki teknologi serupa," paparnya kepada CNN International, Senin (5/1/2025).

Setelah serangan skala besar AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro dan istri, Chevron memastikan akan terus beroperasi dengan kepatuhan penuh terhadap seluruh hukum dan peraturan yang berlaku.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.