Dark/Light Mode

Triv Dan MEXC Foundation Luncurkan Beasiswa F.I.R.E Untuk Talenta Blockchain

Kamis, 15 Januari 2026 20:26 WIB
CEO dan Founder Triv Gabriel Rey (kanan) dan Indonesia Country Manager MEXC Foundation Excelsior. Foto : M Qori Haliana/Rakyat Merdeka
CEO dan Founder Triv Gabriel Rey (kanan) dan Indonesia Country Manager MEXC Foundation Excelsior. Foto : M Qori Haliana/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Triv, platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia melalui Triv Foundation menjalin kolaborasi dengan MEXC Foundation menggulirkan program beasiswa bertajuk F.I.R.E (Future Innovators in Rising Economy) kepada mahasiswa, yang memiliki minat besar di industri blockchain.

Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Triv Gabriel Rey mengatakan, program beasiswa ini cukup mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tercatat sebanyak 500 peserta yang mendaftar beasiswa tersebut, namun yang terjaring hanya ada delapan peserta/mahasiswa terbaik.

“Ini membuktikan kesiapan generasi muda Indonesia untuk berkontribusi lebih dalam di dunia blockchain,” katanya dalam acara konferensi pers Program Beasiswa F.I.R.E di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Beasiswa F.I.R.E merupakan inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web Indonesia melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata.

Gabriel mengatakan, para penerima beasiswa tersebut menunjukkan minat besar generasi muda untuk terlibat dalam industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai inovator dan pembangun ekosistem.

“Sebagai pelaku industri blockchain di Indonesia, Triv Foundation berperan sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri,” ujarnya. 

Baca juga : Medco Foundation Salurkan Bantuan Banjir Sumatera Rp 1,7 Miliar

Tak hanya itu, dirinya juga memastikan materi yang diberikan selaras dengan kebutuhan industri saat ini, mentor berasal dari praktisi aktif, dan peserta memahami realitas dunia kerja blockchain, termasuk aspek regulasi dan kepatuhan.

“Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga siap secara profesional,” kata Gabriel.

Dia menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global di industri blockchain. Gabriel pun berharap, melalui kolaborasi ini, mahasiswa didorong untuk berani mempelajari teknologi masa depan, tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kontributor ekosistem global.

“Kami ingin mereka membangun kompetensi sejak dini agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Indonesia Country Manager MEXC Foundation Excelsior menyampaikan, Indonesia menjadi prioritas strategis bagi MEXC Foundation di Asia Tenggara karena populasi muda yang besar, tingkat adopsi teknologi digital yang cepat, serta komunitas kripto dan blockchain yang aktif.

“Indonesia merupakan talent pool strategis untuk pengembangan ekosistem blockchain di kawasan dan global,” ungkapnya.

Baca juga : Kementerian Ekraf Luncurkan Pelatihan Gig Economy Dan AI Challenge Untuk Gen Z

Excelsior menekankan, Beasiswa F.I.R.E adalah platform ideal untuk memperkenalkan talenta Indonesia ke standar global.

Dengan kurikulum dan mentorship berkelas internasional, program ini membantu menyiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam proyek global, bersaing di perusahaan Web internasional, serta menjadi founder atau developer blockchain kelas dunia.

MEXC Foundation melihat Beasiswa F.I.R.E sebagai inisiatif jangka panjang. “Jika dampak dan hasilnya sesuai visi, program ini berpotensi diperluas ke batch berikutnya dengan cakupan yang lebih besar,” katanya.

Sejak pengumuman program pada November 2025, proses seleksi dan onboarding peserta telah berjalan, dan para peserta terpilih kini mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi dasar blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab.

Program ini telah menarik ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Hingga saat ini, delapan mahasiswa berprestasi telah terpilih, berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Bina Nusantara (BINUS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Baca juga : Axis Communications Dorong Penerapan AI Untuk Keselamatan Kerja

Jumlah peserta berpotensi bertambah seiring berjalannya program. Peserta berasal dari berbagai latar belakang jurusan, mulai dari Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, hingga Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen.

Bahkan beberapa berasal dari latar belakang non-teknis namun memiliki ketertarikan kuat pada blockchain dan Web3.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin ilmu. Kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan industry-driven, yang mencakup fundamental blockchain dan Web, studi kasus industri nyata, serta pengembangan keterampilan teknis dan non-teknis seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi," ujar Excelsior.

Menurutnya, melalui F.I.R.E Mentorship Lab, peserta dibimbing langsung oleh praktisi industri untuk mengerjakan studi kasus dan simulasi masalah nyata, sehingga pembelajaran bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.