Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Optimistis Pertumbuhan Mampu Capai 6 Persen
Ekonomi RI Kuat, Stabilitas Terjaga
Minggu, 18 Januari 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis perekonomian nasional mampu tumbuh hingga mendekati 6 persen pada 2026, meski ketidakpastian global masih membayangi.
Ketahanan fundamental ekonomi, stabilitas makro, serta konsistensi kebijakan fiskal dan struktural dinilai menjadi penopang utama pertumbuhan berkelanjutan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, tekanan eksternal akibat perlambatan ekonomi dunia dan ketegangan geopolitik belum menggerus daya tahan ekonomi domestik.
“Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi yang relatif rendah dibandingkan Amerika Serikat (AS), China dan Jepang,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca juga : Langkah Pramono Anung Tepat Dan Paling Realistis
Mantan Menteri Perindustrian itu menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir konsisten berada di kisaran 5 persen. Capaian tersebut mencerminkan stabilitas makro tetap terjaga.
Kondisi tersebut turut diperkuat inflasi pada Desember 2025 yang berada di level 2,92 persen, kinerja pasar keuangan solid, serta stabilitas nilai tukar rupiah.
Airlangga menambahkan, aktivitas sektor riil masih ekspansif, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di level 51,2, serta indeks kepercayaan konsumen yang mencapai 123,5.
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan internasional juga terus mencatatkan surplus, dengan posisi cadangan devisa sebesar 156,1 miliar dolar AS atau setara Rp 2.640 triliun.
Baca juga : Beras Satu Harga, Bisakah Diterapkan Di Seluruh Daerah?
Menurut Airlangga, pembiayaan dan investasi menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit perbankan terjaga mendekati 8 persen, sementara arus investasi asing langsung terus meningkat.
“Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi nasional dan prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia,” kata Airlangga.
Dia menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara kredibel dan hati-hati, dengan defisit dijaga di bawah 3 persen serta rasio utang yang terkendali.
“Pemerintah juga melanjutkan beberapa paket stimulus ekonomi di 2026 untuk menjaga daya beli dan menopang pertumbuhan,” ujar Airlangga.
Baca juga : City Rebut Kapten Palace
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, pertumbuhan ekonomi pada 2026 berpeluang mendekati 6 persen, seiring penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
“Untuk itu, pertumbuhan harus berkualitas dan inklusif, mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya