Dark/Light Mode

Bahlil: Kalau Ada Desa yang Belum Dapat Listrik, Saya Menteri Gagal

Kamis, 22 Januari 2026 19:24 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: YouTube)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tekadnya untuk melakukan pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil. Bahlil bahkan merasa gagal jadi menteri, jika masih ada wilayah atau desa yang belum teraliri listrik hingga akhir masa jabatannya. Sekalipun target lifting tercapai.

"Kalau boleh jujur saya katakan, dari lubuk hati yang paling dalam, saya merasa, Insya Allah sampai selesai menjadi anggota kabinet, sukses itu kalau semua desa-desa, lurah-lurah itu semua teraliri listrik," kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

"Sekalipun katakanlah lifting tercapai, tapi kalau saudara-saudara kita di desa-desa, di lurah-lurah itu belum dapat listrik, saya menganggap saya adalah menteri yang gagal," imbuhnya.

Baca juga : Bahagianya Tukang Becak di Malang Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Bahlil lantas meminta semua orang yang ada di ruang rapat untuk sejenak merenung: di usia kemerdekaan Indonesia yang sudah menginjak angka 80 tahun, masih ada wilayah yang belum teraliri listrik. 

Kondisi itu bahkan pernah dialami sendiri oleh Menteri ESDM. "Saya sekolah SD tidak ada listrik, pakai pelita, yang begitu bangun pagi hitam," kenang Bahlil sambil memegang dahinya. 

Target Pasang Baru Listrik 500.000

Bahlil merasa mendapat vitamin besar dari seluruh anggota Komisi XII DPR RI untuk bersama-sama mewujudkan pemerataan listrik. Agar masyarakat desa terpencil di seluruh Indonesia bisa mendapatkan akses listrik.

Baca juga : Mahadewi: Hati Ibu Ada Di Jalanmu, Berkendaralah Dengan Ilmu

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi dan wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan alasan itu, Bahlil pun menargetkan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di tahun 2026 menjangkau 500.000 rumah tangga. 

"2026 berapa? 200 apa 300 ribu? Naikkan menjadi 500 ribu, karena ini atas permintaan teman-teman Komisi XII," cetus Bahlil.

Baca juga : Di Balik Peran yang Dijalani Setiap Hari, Ibu-Ibu Mekaar Menguatkan Keluarga

Nantinya, Bahlil akan meminta anggota Komisi XII DPR RI untuk membantu program tersebut.
"Karena bapak-bapak yang punya rakyat, bapak-bapak yang tau dapil. Jadi, saya minta kita bisa sinkronisasi," tutur Bahlil.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.