Dark/Light Mode

Banjir Sumatera, Hasan Nasbi: Hanya Presiden yang Berhak Ingatkan Menteri

Minggu, 7 Desember 2025 16:29 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menegaskan, kritik atau evaluasi terhadap kinerja menteri hanya dapat dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kesalahan seorang menteri tidak bisa dinilai hanya berdasarkan satu kejadian. Namun, harus dilihat dari akar permasalahan yang mungkin sudah berlangsung puluhan tahun.

Hal ini disampaikannya menanggapi sindiran antarmenteri yang terjadi setelah banjir melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Menurutnya, tindakan saling menyindir justru mengaburkan persoalan utama.

Baca juga : Sektor Konsumsi Masih Kuat Topang Ekonomi

“Kalau saya sih mau menggaris bawahi dua hal yang berhak memperingatkan anggota kabinet itu bossnya kabinet. Bosnya kabinet itu presiden. Hanya presiden yang bisa memberikan peringatan kepada anggota kabinet, baik itu secara tertutup maupun terbuka. Kalau sesama anggota kabinet itu di ruang tertutup,” katanya pada akun Instagramnya, Minggu (7/12/2025).

Dia menegaskan, adu sindiran hanya membuat kabinet tampak tidak solid di mata publik. Padahal negara membutuhkan kekompakan dalam penanganan bencana.

"Kan berbalas-balasannya jadi tidak solid. Padahal kita justru sekarang lagi butuh solid-solidnya ini,” tegasnya.

Baca juga : Makan-Minum Aman Tersedia, Warga Agam Kini Harap Dibuatkan Rumah Sementara

Hasanmengingatkan, kesalahan dalam penanganan lingkungan atau banjir tidak boleh langsung diarahkan kepada salah satu menteri. Apalagi menteri tersebut baru menjabat sekitar satu tahun.

“Ini bukan kesalahan satu orang dua orang, coba lihat dulu kesalahannya menteri yang bersangkutan? Gara-gara satu kejadian mereka baru jadi menteri satu tahun, bener enggak ini kesalahan mereka?” tegasnya.

“Apakah ini kesalahan kita sudah berpuluh-puluh tahun misalkan. Kita tarik 50 tahun, kita tarik 40 tahun, kita tarik 30 tahun, ini kan yang harus ditelusuri, bener enggak terjadi kesalahan di situ,” tambah Hasan.

Baca juga : Pengamat: Penanganan Banjir Sumatera Butuh Akses-Alat Berat, Bukan Administrasi

Karena itu, dia meminta kritik diarahkan pada penyelesaian masalah jangka panjang, bukan saling menyalahkan antarmenteri.

“Soal pertobatan nasuha ya ayo taubatan nasuha. Semua kita taubatan nasuha tapi dudukkan perkara pada tempatnya, jangan main jurus pukul rata,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.