Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IHCBA 2025, Ajang Apresiasi Transformasi SDM Berbasis Digital dan AI
Minggu, 25 Januari 2026 14:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah perusahaan yang terdiri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta perusahaan swasta nasional dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025. Penghargaan tersebut diselenggarakan BusinessUpdate.id, di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ajang ini digelar di tengah momentum Indonesia yang memasuki era transformasi digital, ditandai dengan pesatnya perkembangan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), otomasi, serta digitalisasi proses kerja.
Transformasi berbasis AI tidak hanya mengubah model bisnis, tetapi juga mendefinisikan ulang peran dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Keberhasilan organisasi di era digital pun tidak lagi semata ditentukan oleh investasi teknologi, melainkan oleh kemampuan mengelola human capital sebagai aset strategis penggerak inovasi dan pencipta nilai tambah.
Pemerintah melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial dan Visi Indonesia Emas 2045 telah menetapkan arah pembangunan nasional yang bertumpu pada penguatan SDM digital. Karena itu, pengelolaan human capital yang inovatif menjadi kunci dalam mewujudkan organisasi yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Baca juga : Perkuat Transformasi Berbasis Data, PPM Consulting Semakin Dipercaya Mitra
IHCBA 2025 hadir sebagai bentuk apresiasi kepada organisasi dan individu yang menunjukkan keunggulan serta terobosan nyata dalam transformasi pengelolaan SDM berbasis digital dan AI. Tahun ini, IHCBA mengusung tema “Human Capital Transformation in the AI Era: Future-Ready Organizations and Digital Talent Development”.
Ketua Penyelenggara IHCBA 2025, Sifa Rickewine, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat. “Kegiatan kami awali dengan melakukan penjaringan calon finalis berdasarkan data-data sekunder, baik berupa laporan keuangan perusahaan maupun data pendukung lainnya yang beredar di media massa dan media sosial milik perusahaan. Dari sekitar 150 perusahaan, terjaring sejumlah finalis yang kami undang untuk menghadiri proses penjurian,” ucapnya.
Ia menerangkan, pada IHCBA 2025 terdapat tujuh kategori penghargaan untuk perusahaan, empat kategori penghargaan untuk individu, serta dua kategori penghargaan khusus. Seluruh tahapan, mulai dari penjaringan, penjurian hingga rapat pleno, dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli di bidangnya.
Ketua Dewan Juri IHCBA 2025, Priyantono Rudito, menegaskan bahwa AI membawa dampak signifikan, baik di level bisnis maupun human capital. “Di tataran bisnis, AI mendorong perubahan model bisnis dan lanskap yang lebih luas. Di bidang human capital, AI juga berperan cukup signifikan dalam mendorong transformasi,” ujarnya.
Baca juga : Menkomdigi: Transformasi Digital ASEAN Diukur dari Pemerataan, Bukan Sekadar AI
Menurut Priyantono, perusahaan yang masuk sebagai finalis merupakan organisasi yang mampu menghadapi tantangan di era AI. “Yaitu perusahaan yang memiliki relevansi dengan tren global, melakukan transformasi human capital, kesiapan organisasi masa depan, serta pengembangan talenta digital,” jelasnya.
IHCBA 2025 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya nasional memperkuat fondasi transformasi SDM Indonesia menuju era kecerdasan artifisial dan target Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), I Nyoman Adhiarna, menegaskan bahwa era AI membutuhkan ketersediaan SDM digital dalam jumlah besar dan berkualitas. “Sehingga penting bagi pemerintah, bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan, untuk mengisi kebutuhan tenaga digital tersebut, termasuk di bidang kecerdasan artifisial,” tuturnya.
Ia menekankan, Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain dalam penguasaan teknologi AI. Beberapa negara seperti China dan India, kata dia, telah mengembangkan model generatif AI mereka sendiri. “Kita jangan hanya jadi pasar. Kita juga harus menciptakan platform sendiri dengan menggunakan data yang kita miliki sendiri,” tegasnya.
Baca juga : Shopee Super Awards 2025 Apresiasi 42 Penggerak Ekonomi Digital
Untuk mendukung hal tersebut, Kemkomdigi menjalankan Program AI Talent Factory yang diikuti mahasiswa tingkat akhir melalui proses seleksi ketat. “Mereka diajari cara membangun foundation model, persis seperti menciptakan ChatGPT sendiri, tapi dengan nuansa Indonesia. Jadi, lebih bisa memenuhi kebutuhan orang Indonesia,” imbuhnya.
Selain itu, Kemkomdigi juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memberikan pelatihan dasar dan kecakapan AI bagi seluruh lapisan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya