Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Proyek Industri Pupuk di Papua, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan
Minggu, 25 Januari 2026 15:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan industri pupuk di Papua dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pasalnya, hingga kini Indonesia masih menghadapi tantangan keterjangkauan dan pemerataan distribusi pupuk, terutama di wilayah terpencil dan kawasan timur.
Peneliti dan pengajar Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI), Mohammad Dian Revindo, menilai bahwa ketergantungan Papua pada pasokan pupuk dari luar daerah memperumit persoalan akibat tingginya biaya logistik.
Baca juga : Dony Tri Pamungkas Optimistis Persija Amankan 3 Poin di GBK
Menurut Revindo, pupuk memiliki peran fundamental dalam menopang kinerja sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, pengembangan industri pupuk di Papua diyakini tidak hanya berdampak pada aspek pasokan, tetapi juga memperkuat basis produksi pangan dan komoditas perkebunan di kawasan timur Indonesia.
“Pupuk adalah input kunci bagi sektor pertanian dan perkebunan. Industri pupuk di Fakfak berpotensi memperkuat basis produksi pangan dan komoditas perkebunan di Papua dan Indonesia Timur, sekaligus menciptakan efek pengganda bagi sektor lain seperti transportasi, perdagangan, dan jasa penunjang,” ujar Revindo, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (25/1/2026).
Baca juga : Menperin: Business Matching Jadi Strategi Perkuat Rantai Pasok Pati Ubi Kayu
Ia menambahkan, keberadaan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak juga berpotensi mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pendekatan intensifikasi, bukan ekstensifikasi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan hasil produksi tanpa harus memperluas lahan, sehingga lebih sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Dengan demikian, keberadaan industri pupuk di Papua bukan hanya soal pemerataan industri, tetapi juga memberikan harapan bahwa masa depan pertanian dan perkebunan Indonesia bertumpu pada produktivitas yang lebih tinggi dengan strategi pembangunan yang tidak rakus lahan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan jangka panjang,” jelasnya.
Baca juga : Kemendukbangga Perkuat Ruang Aman bagi Perempuan
Lebih luas, pembangunan KIP Fakfak juga dipandang sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Papua. Selama ini, struktur ekonomi Papua masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif yang bersifat fluktuatif dan memberikan nilai tambah terbatas bagi perekonomian lokal.
“Pembangunan industri dan hilirisasi memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Papua, mengingat wilayah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar,” pungkas Revindo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya