Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ungkap Penilaian Lembaga Internasional
Prabowo: Mereka Mengakui Ekonomi Indonesia Tangguh
Minggu, 25 Januari 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto telah tiba tanah air. Mendarat di Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu (24/01/2026) pukul 17.41 WIB. Ada sejumlah oleh-oleh penting yang dibawa Presiden dari lawatannya ke luar negeri. Salah satunya, komitmen investasi dari Inggris sekitar Rp 90 triliun.
Hal ini bisa menjadi bukti bahwa luar negeri percaya pada ketangguhan ekonomi Indonesia.
Saat bicara di Davos, dalam World Economic Forum (WEF) 2026, Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan meningkat.
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi kami akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia,” ujar Prabowo.
Ia mengakui dunia saat ini tengah menghadapi berbagai gejolak. Namun, ekonomi Indonesia tetap terbukti tangguh dalam menghadapi guncangan global. Salah satu indikatornya adalah inflasi tahunan yang masih stabil di kisaran 2 persen. Selain itu, pemerintah mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Buntut Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa Di Nunukan Masuk Wilayah Malaysia
Prabowo juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di kisaran 5 persen selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin tahun ini pertumbuhan ekonomi kita akan lebih tinggi,” katanya. Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan optimisme tersebut bukan tanpa dasar.
Ia menyebut sejumlah laporan lembaga internasional telah mengakui ketangguhan ekonomi Indonesia, salah satunya International Monetary Fund (IMF).
IMF menilai Indonesia sebagai “titik terang global” (global bright spot) dalam konsultasi 2025 Article IV Mission yang berlangsung pada 3–12 November 2025. Predikat tersebut disematkan setelah Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026, di tengah tingginya ketidakpastian global.
“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, stabilitas ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Ketangguhan tersebut tercipta karena Indonesia memilih persatuan dan kolaborasi dibandingkan perpecahan.
Baca juga : Longsor Di Bandung Barat, Timbun 30 Rumah, 10 Orang Meninggal
“Kami selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun terus kami jaga,” tukasnya.
Sebelumnya, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil, dengan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,0 persen year on year (yoy) dan inflasi berada di level 2,75 persen (yoy) pada 2026.
Prabowo Tiba Di Tanah Air
Presiden Prabowo tiba kembali di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/ 1/2026), pukul 17.41 WIB.
Kedatangan Prabowo disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.
Selama lawatan luar negeri, Prabowo menjalani sejumlah agenda strategis. Kunjungan diawali dengan lawatan ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III.
Baca juga : ASN Kantor Wapres Bersiap Pindah Ke IKN
Dari kunjungan tersebut, tercapai tiga kesepakatan utama. Pertama, komitmen investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga memberi perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.
Setelah dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan gagasan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankannya.
Selain agenda ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan capaian diplomatik penting, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Keanggotaan ini dinilai sebagai langkah konkret Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik dan perdamaian global, termasuk di Gaza. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya