Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Efek langsung dari langkah ini bisa menjadi pengurangan biaya operasional dan peningkatan daya saing perusahaan, di tengah kompetisi industri yang semakin ketat,” terangnya.
Selain data center, Nafan melihat Telkom tengah serius membangun pondasi digital melalui penguatan jaringan fiber optik nasional.
Anak usahanya, Infranexia, tengah dikembangkan sebagai pengelola aset fiber optik yang memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi digital Indonesia.
Dia memperkirakan nilai strategis Infranexia dalam jangka panjang bisa melampaui anak usaha Telkom lainnya, yakni Mitratel (MTEL), yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung menara telekomunikasi Telkom.
Baca juga : Upaya Tuntaskan Banjir DKI Jangan Setengah-setengah
Dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas tinggi dan latensi rendah, aset fiber optik menjadi salah satu penentu utama daya saing di era digital.
“Karena itu, langkah Telkom memperkuat divisi ini menjadi sinyal positif bagi para investor, yang mempertimbangkan prospek jangka panjang,” ucapnya.
Terpisah, valuasi tinggi saham Telkom dipuji Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Transformasi yang telah dilakukan Telkom sebagai perusahaan terbuka, bukan hanya membawa kinerja perusahaannya menjadi lebih baik. Namun mampu mendorong kepercayaan para pemegang saham hingga berdampak pada kinerja sahamnya.
Baca juga : Liverpool Belum Menang Di 2026
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, saham Telkom meraih respons positif, sehingga kenaikan sahamnya sampai 81 persen.
“Nilai valuasi saham Telkom saat ini telah meningkat tajam hingga menyentuh Rp 112 triliun hingga Rp 115 triliun,” katanya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Pihaknya juga mengapresiasi para investor yang menjadi pemegang saham Telkom karena telah membawa nilai kapitalisasi pasar Telkom menjadi salah satu yang tertinggi di pasar modal.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, sepanjang kuartal lll-2025, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 109,6 triliun.
Baca juga : Indonesia Masters 2026, Alwi Akhiri Puasa Gelar
Kinerja Telkom juga menghasilkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp 54,4 triliun dengan margin sehat di 49,6 persen, serta laba perusahaan bersih Rp 15,8 triliun dengan margin 14,4 persen.
Sedangkan normalized net income tercatat sebesar Rp 16,7 triliun dengan normalized net income margin 15,2 persen.
“Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan dan kemampuan adaptasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global, serta dinamika industri yang semakin cepat,” ucap Dian di Jakarta, Kamis (18/12/2025). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya