Dark/Light Mode

Industri Hulu Migas Kontribusi Bagi Kesejahteraan Masyarakat & Penguatan Kapnas

Selasa, 27 Januari 2026 17:50 WIB
Media Briefing jelang penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (Convex) ke-50 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Media Briefing jelang penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (Convex) ke-50 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri hulu minyak dan gas (migas) memiliki peran penting. Tidak hanya produksi migas dan penerimaan negara, tapi juga melalui berbagai instrumen ekonomi dan sosial yang berkontribusi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Seperti Dana Bagi Hasil (DBH), program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), Penguatan Kapasitas Nasional (Kapnas) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas George N.M. Simanjuntak mengatakan, industri hulu migas memberikan kontribusi dari sisi penerimaan negara dan produksi.

Selain itu SKK Migas juga berkontribusi dalam hal DBH dan PPM yang berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan operasi proyek hulu migas.

"Karena itu, PPM harus dipahami sebagai bagian integral dari instrumen kontribusi industri, atau investasi sosial jangka panjang,” ujar George dalam Media Briefing jelang penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (Convex) ke-50 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

George menambahkan, SKK Migas saat ini tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap pendekatan PPM, dari sebelumnya didominasi bantuan sesaat (berorientasi jangka pendek) menjadi investasi sosial strategis yang terencana, terukur dan berdampak jangka panjang.

Baca juga : IPA Optimistis Industri Hulu Migas Tetap Kompetitif Dukung Kemandirian Energi

Transformasi ini diawali dengan kajian bersama akademisi untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan. Hasilnya menunjukkan bahwa program PPM selama ini masih belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara jangka panjang.

“PPM diharapkan menjadi bagian dari siklus operasi hulu migas yang sejajar dengan aspek teknis dan bisnis dalam rangka memperkuat social license to operate dan mendukung keberlanjutan pasokan energi,” ujar George.  

George menambahkan, transformasi PPM dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program yang lebih sistematis dengan pendekatan Logical Framework Approach (LFA), serta diperkuat dengan penambahan pilar strategis tata kelola dan penguatan kelembagaan.

Pendekatan ini didukung oleh social and business mapping untuk memastikan agar program tepat sasaran, selaras dengan prioritas pembangunan daerah, dan berorientasi pada kemandirian masyarakat, khususnya di wilayah yang paling terdampak aktivitas hulu migas.

Perubahan paradigma tersebut, lanjut George, sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya ketahanan dan kemandirian energi, sekaligus pemerataan manfaat pembangunan hingga ke daerah.

Chairperson of IPA Supply Chain Committee Kenneth Gunawan menekankan pentingnya penguatan kapnas melalui optimalisasi rantai pasok dalam negeri.

Baca juga : Industri Plastik Hilir Minta Kebijakan Bahan Baku Jaga Daya Saing

Kenneth menyebut, perusahaan dalam negeri kini memegang peran signifikan dalam rantai pasok sektor hulu migas, sementara keterlibatan perusahaan modal asing difokuskan pada komoditas tertentu yang membutuhkan teknologi dan pengalaman tinggi.

“KKKS secara aktif melakukan asesmen, pengujian produk dalam negeri, serta pelaksanaan pilot project bersama SKK Migas untuk meningkatkan kapabilitas penyedia barang dan jasa nasional," ujar Kenneth.

Menurutnya, upaya ini turut menciptakan multiplier effect ekonomi yang signifikan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dia menambahkan tantangan utama masih berkaitan dengan kendala operasional dan keterbatasan pembiayaan proyek berskala besar yang berjalan secara simultan.

Kenneth juga menegaskan sektor hulu migas tetap memiliki peran krusial dalam menopang perekonomian dan ketahanan energi, terutama di tengah fase transisi energi.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong mengatakan, posisi sektor hulu migas saat ini berada pada fase penting untuk memastikan pasokan energi yang andal dan terjangkau, sembari mendukung agenda transisi energi.

Baca juga : Industri Di Jatim Butuh Kepastian Pasokan Gas

"Kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar kontribusi sektor ini tetap optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menekankan, IPA Convex ke-50 yang akan diselenggarakan pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD City Tangerang ini tidak hanya sebagai ajang kumpul para pelaku industri, namun juga menjadi platform dialog nasional untuk menunjukkan kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian, investasi, transfer pengetahuan, pembangunan daerah, dan ketahanan energi nasional.

“Menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan agenda transisi energi akan menentukan keberlanjutan sektor hulu migas dan pencapaian swasembada energi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Sebagi bentuk apresiasi kepada para jurnalis, IPA Convex 2026 menggelar Journalist Writing Competition atau lomba karya tulis Jurnalistik yang resmi dimulai pada 27 Januari 2026. Batas akhir pengumpulan artikel ditetapkan pada hari kedua penyelenggaraan IPA Convex.

“Saya ajak teman-teman wartawan untuk berpartisipasi pada lomba karya tulis ini,” kata Marjolijn.

Dalam lomba karya tulis ini, para peserta diharapkan menulis tentang topik industri hulu migas dengan enam tema pilihan. Yakni, multiplier effect, investasi, keberlanjutan, kolaborasi, teknologi, dan ketahanan energi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.