Dark/Light Mode

IPA Optimistis Industri Hulu Migas Tetap Kompetitif Dukung Kemandirian Energi

Senin, 26 Januari 2026 13:48 WIB
Vice President IPA Ronald Gunawan. (Foto: Dok. IPA)
Vice President IPA Ronald Gunawan. (Foto: Dok. IPA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan optimisme terhadap masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional tetap kompetitif.

Meski saat ini berada di tengah tantangan global, kebutuhan ketahanan energi, serta agenda transisi energi.

Vice President IPA Ronald Gunawan mengatakan, ketahanan energi nasional tetap menjadi agenda strategis pemerintah dan industri, dengan target jangka panjang dan didukung oleh kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kompetitif.

Ronald mengatakan, target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari merupakan cita-cita yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap kemandirian energi.

Baca juga : PTPN I Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Siap Dorong Transisi Energi Hijau

“Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru,” ujar Ronald dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, sebagian besar lapangan migas yang telah beroperasi di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan telah mengalami penurunan produksi sehingga eksplorasi menjadi kunci utama keberlanjutan industri.

Ronald juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan tren pemulihan.

Kembalinya sejumlah perusahaan internasional serta meningkatnya ketertarikan pemain baru, lanjut dia, mencerminkan tumbuhnya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi di Indonesia.

Baca juga : LNG Perdana PGN Masuk Nusantara Regas, Dukung Kelistrikan Dan Industri

Ronald mengatakan, bahwa investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan.

“Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik, ”ujarnya.

IChairperson IPA Convex 2026 Teresita Listyani mengaatakan, penyelenggaraan IPA Convex ke-50 ini bukan sekadar perayaan historis, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi Indonesia.

Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 akan menjadi platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Baca juga : Pakar: RDMP Balikpapan Jadi Titik Balik Kemandirian Energi RI

“IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, hingga transisi energi,” ujar Teresita.

Dia menambahkan, partisipasi dalam IPA Convex menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari sisi jumlah delegasi, negara peserta, exhibitor, maupun jurnalis.

IPA menegaskan peran strategis media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri hulu migas.

IPA berharap, rangkaian kegiatan menuju IPA Convex ke-50 dapat memperkuat pemahaman publik bahwa industri hulu migas tetap memiliki peran penting dalam menopang ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.