Dark/Light Mode

Sinergi Perkuat Kepercayaan Investor

OJK & Pemerintah Kebut Reformasi Pasar Modal

Rabu, 4 Februari 2026 06:35 WIB
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir (tengah), Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kanan), dan Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, saat memaparkan hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/wsj)
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir (tengah), Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kanan), dan Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, saat memaparkan hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/wsj)

 Sebelumnya 
Kategori ketiga, yakni penguatan data kepemilikan saham. OJK akan memerintahkan SRO untuk melakukan penguatan data kepemilikan saham agar lebih granular dan reliable, dengan klasifikasi sub-tipe investor mengacu pada praktik global. 

“KSEI akan menyampaikan data tersebut kepada BEI, untuk dipublikasikan melalui situs BEI,” katanya. 

Rencana aksi selanjutnya, penegakan peraturan dan sanksi. OJK akan memperkuat enforcement terhadap berbagai pelanggaran hukum di pasar modal. Termasuk manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan yang merugikan investor ritel. 

Selain itu, terdapat rencana aksi terkait kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit. Serta kewajiban sertifikasi bagi penyusun laporan keuangan emiten. 

Baca juga : Indonesia Jadi Middle Power Ekonomi Dunia

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan Selasa (3/2/2026) ditutup di level 8.122, atau menguat 2,52 persen dibandingkan sehari sebelumnya, Senin (2/2/2026) di level 7.922. 

Terpisah, Praktisi Pasar modal dan Co Founder PasarDana Hans Kwee meyakini, kondisi merah membara di perdagangan Senin, hanya bersifat sementara. 

“Karena saham-saham dengan fundamental bagus menguat atau diakumulasi,” kata Hans dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Hans memperkirakan, saat IHSG melemah, pelaku ritel sedang melakukan market detox dan tengah mengantisipasi risiko pada saham-saham yang terimbas kebijakan MSCI, serta perbaikan cepat yang akan dilakukan OJK dan SRO. 

Baca juga : Segera Perbaiki Dong Jalan Rusak, Jangan Nunggu Viral

Dia menyarankan, jika IHSG merah, investor ritel jangan langsung panik. 

“Akumulasi saja saham-saham yang berfundamental bagus,” sarannya. 

Solid Dan Terpercaya 

Sementara, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, menegaskan pentingnya kepercayaan investor dalam peningkatan peran pasar modal Indonesia. 

“OJK tentu akan terus hadir, bekerja bersama, dan terus bertindak secara nyata untuk menjaga kepercayaan publik dan tentu juga melindungi para investor di pasar modal kita,” ujar Hasan di kesempatan yang sama. 

Baca juga : Inter Milan Vs Torino, Buru Gelar Domestik Ganda

Tak hanya itu, OJK memastikan pasar modal dan seluruh pasar keuangan Indonesia akan tumbuh sehat, berintegritas, berdaya saing, dan juga berkelanjutan. 

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, bursa efek siap untuk melakukan transparansi terkait percepatan reformasi integritas, sebagaimana yang diminta oleh MSCI untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.