Dark/Light Mode

Analis: Bansos Efektif Jaga Daya Beli, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Tumbuh

Kamis, 5 Februari 2026 22:34 WIB
Sejumlah warga dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengambil bansos pangan di Kantor Kelurahan Meruyung, Depok. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Sejumlah warga dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengambil bansos pangan di Kantor Kelurahan Meruyung, Depok. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan bantuan sosial pemerintah dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang 2025. Sejumlah analis menilai, stimulus fiskal yang konsisten menjadi bantalan penting di tengah dinamika ekonomi global.

Data menunjukkan, konsumsi rumah tangga Indonesia tumbuh 4,98 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan 4,94 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran anggaran pemerintah yang diarahkan untuk menopang daya beli masyarakat, terutama melalui bantuan sosial dan subsidi pangan. “Seluruhnya berkontribusi terhadap menguatnya daya beli masyarakat,” ujar Andry, dalam risetnya, Kamis (5/2/2026).

Baca juga : Sekop dan Cangkul Jadi Andalan Prajurit TNI Bersihkan Rumah Warga di Sumut

Ekonom Bank Permata, Faisal Rachman, menilai pertumbuhan konsumsi sepanjang 2025 turut ditopang kinerja kuat pada triwulan IV. Pada periode tersebut, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 4,89 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Faisal, akselerasi konsumsi di akhir tahun mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru. Selain faktor musiman, kebijakan bantuan tunai pemerintah juga memperkuat momentum konsumsi.

“Penyaluran bantuan tunai dan terkendalinya inflasi telah menjaga daya beli masyarakat,” tuturnya.

Baca juga : Prajurit: Jembatan Berhasil Dibangun, Kami Bukan Bangga Tapi Tenang

Pandangan serupa disampaikan Chief Economist IQI Global, Shan Saeed. Ia menilai konsumsi rumah tangga yang menyumbang sekitar 54–55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan tetap menjadi jangkar utama permintaan domestik Indonesia.

Menurutnya, prospek tersebut ditopang oleh ketahanan pasar tenaga kerja, inflasi yang terkendali, serta peningkatan pendapatan riil masyarakat.

“Dengan demikian, pendapatan per kapita Indonesia semakin mulus menuju 5.000 dolar AS, yang menegaskan kedalaman permintaan domestik dan mobilitas sosial,” ujar Shan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.