Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Optimistis Kinerja Tahun Ini Tetap Positif
Top, BSI Sukses Raup Laba Rp 7,56 Triliun
Sabtu, 7 Februari 2026 07:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sukses meraup laba sebesar Rp 7,56 triliun atau naik hingga 8,02 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2025. Bank syariah pelat merah ini optimistis dapat menjaga kinerja positif tersebut pada tahun ini.
Salah satu penopang pertum buhan laba BSI adalah pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh signifikan. Pada periode 2025, pendapatan bagi hasil naik 9,92 persen yoy menjadi Rp 19,04 triliun. Pendapatan berbasis komisi dari bank syariah terbesar di Indonesia ini juga mengalami kenaikan signifikan 25,06 persen yoy, mencapai Rp 6,89 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan BSI mencapai Rp 5,51 triliun.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bilang, BSI mampu mencatat kinerja positif tersebut dan akan terus dijaga pada 2026 melalui strategi yang telah dibangun sejak 2025.
“Termasuk penguatan fokus bisnis dan perluasan ekosistem syariah,” kata Anggoro dalam paparan kinerja secara virtual, Jumat (6/2/2026).
Anggoro menegaskan, sebagai bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis syariah, BSI memposisikan diri melengkapi segmen bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara).
“Jika Bank Mandiri fokus pada wholesale, BRI pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), BNI pada retail internasional, dan BTN pada pembiayaan perumahan, BSI menitikberatkan pada consumer banking berbasis Islamic ecosystem,” ujarnya.
Dari sisi fungsi intermediasinya, sambung Anggoro, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan pada 2025 mencapai Rp 318,84 triliun, atau naik 14,49 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekitar Rp 278,48 triliun.
Baca juga : IPA Optimistis Industri Hulu Migas Tetap Kompetitif Dukung Kemandirian Energi
Dari sisi pendanaan, BSI berhasil menghimpun dana masyarakat di periode yang sama senilai Rp 380,48 triliun, atau naik sekitar 16,20 persen dari 2024 yang senilai Rp 327,45 triliun.
“Atas capaian tersebut, BSI tetap menjadi bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia, yaitu senilai 456,19 triliun, naik hingga 11,64 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Anggoro.
Ditegaskan Anggoro, BSI tetap optimistis menjaga pertumbuhan pembiayaan di tengah kecenderungan perbankan yang masih selektif menyalurkan kredit.
“Kami fokus pada segmen konsumer, UMKM, serta ekosistem syariah menjadi kunci menjaga ekspansi bisnis tetap stabil,” katanya.
Anggoro menyebut, hingga 2025 total pembiayaan perseroan mencapai Rp 318,84 triliun, dengan sekitar Rp 284 triliun disalurkan ke segmen konsumer, UMKM, mikro, serta institusi dalam ekosistem syariah. Sementara porsi pembiayaan ke sektor komersial dan korporasi relatif kecil.
Segmen payroll karyawan menjadi kontributor utama pem- biayaan konsumer. Sedangkan pada ekosistem korporasi BSI banyak bermitra dengan BUMN, serta organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah.
“Kami juga aktif menggarap rantai pasok UMKM yang terhubung dengan korporasi maupun program Pemerintah,” katanya.
Baca juga : PTPN I Catatkan Kinerja Penjualan Rp 3,56 Triliun
Anggoro mengungkapkan, berdasarkan analisis internal, BSI optimistis optimismis, prospek kredit UMKM tahun 2026, pertumbuhannya akan tetap positif, sehingga ruang ekspansi pembiayaan tetap terbuka.
“Optimisme tersebut juga berkaca pada capaian 2025, ketika BSI tetap mampu mencatat pertumbuhan meski kondisi ekonomi cukup menantang,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Anggoro, dukungan terhadap program Pemerintah, BSI turut menyalurkan berbagai pembiayaan strategis. Dana haji yang dikelola BSI tercatat sekitar Rp 90 triliun dan dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem layanan haji.
Selain itu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp 12,2 triliun untuk mendukung sektor produktif.
Di sektor perumahan, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk sekitar 23 ribu unit rumah dengan nilai total sekitar Rp 3,5 triliun.
Selain pembiayaan, BSI juga melihat peluang besar dari tren bisnis emas yang terus menguat. Perseroan menilai, produk bullion banking dan layanan emas syariah memiliki prospek cerah, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen lindung nilai dan investasi berbasis emas.
Ke depan, BSI menegaskan akan terus memperkuat pembiayaan di segmen konsumer dan UMKM melalui pendekatan ekosistem syariah, kemitraan dengan institusi keagamaan, serta integrasi dengan rantai pasok korporasi guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga : Prabowo Puji Kinerja Satgas PKH, Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp 6,6 Triliun
“Strategi tersebut diharapkan memperkuat peran BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mem- perluas penetrasi keuangan syariah di Indonesia,” kata Anggoro.
Belum Tebar Dividen
Di kesempatan yang sama, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, BSI masih fokus pada pertumbuhan, belum bisa membuat kebijakan pembagian dividen yang agresif.
Menurutnya, BSI memang agak berbeda dengan kebanyakan bank, karena baru saja memasuki growing stage.
“Ketika suatu company atau suatu institusi seperti kami, dalam growing stage, memang dividen payout biasanya menjadi second priority, setelah diskusi berapa agresif BSI bisa tumbuh ke depan,” kata Cahyo.
Dia menjelaskan, jika ingin tumbuh secara agresif, terdapat kebutuhan modal pendukung. Namun, Cahyo menyampaikan, bahwa kebijakan dividen akan bergantung pada keputusan pemegang saham BSI, yakni pemerintah dan PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM.
Diketahui, BSI baru saja resmi menjadi BUMN, dengan menyandang status persero, dan bukan lagi merupakan anak usaha.
Dengan begitu, BSI kini sejajar dengan keempat bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya. Laporan keuangan bank syariah terbesar di Indonesia itu juga terpisah dari laporan keuangan konsolidasian para pemegang sahamnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya