Dark/Light Mode

Saham BSI Menguat Ke Level 2.410

Senin, 9 Februari 2026 19:02 WIB
Foto: Dok. BSI
Foto: Dok. BSI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan kinerja fundamental baik melalui saham-sahamnya, pasca Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi cukup dalam menyusul isu penurunan rating oleh MSCI dan Moodys.

Kodes saham BRIS hari ini, Senin (9/2/2026) ditutup menguat 1,26 persen ke level 2.410. Kenaikan saham BRIS sedikit lebih tinggi dari kenaikan IHSG pada hari ini sebesar 1,22 persen ke level 8.031,87.

Data Bloomberg pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026) menunjukkan saham BRIS cukup perkasa dibandingkan saham Top 10 bank di Indonesia.

Dalam satu bulan (1M) saham BRIS naik 15,87 persen, tertinggi dibanding bank lain. Begitupun data historis year to date (ytd) BRIS naik 8,07 persen mengungguli saham bank lain yang sebagian masih terkoreksi.

Baca juga : Kembali Menghijau, IHSG Dibuka Pada Level 8.154

“Dengan fundamental kinerja yang bagus dan historis kinerja satu bulan dan tiga bulan juga mengungguli saham perbankan, saham BRIS layak dikoleksi,” sebut keterangan resmi BSI, Senin (9/2/2026).

Sebelumnya, BRIS baru saja mengumumkan kinerja keuangan Tahun 2025 Jumat, 6 Februari 2026. Aset tumbuh 11,64 persen yoy didorong dari pertumbuhan DPK sebesar 16,20 persen yoy. Pertumbuhan DPK didominasi oleh dana murah yang tumbuh sebesar 19,09 persen yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp 380 triliun.

Adapun total pembiayaan di Desember 2025 tumbuh 14,49 persen yoy menjadi Rp 319 triliun, didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang cukup signifikan.

Pembiayaan Emas tumbuh signifikan sebesar 78,60 persen yoy menjadi Rp 22,9 triliun. Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF gross sebesar 1,81 persen membaik 9 bps dari tahun sebelumnya.

Baca juga : IHSG Menghijau Pagi Ini, Dibuka Menguat Ke 8.151

Dari sisi Profit and Loss, BSI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 7,57 triliun tumbuh 8,02 persen yoy.

Pertumbuhan laba ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri termasuk di antara Top 10 Bank.

Salah satu kunci sukses laba BSI adalah karena BSI mampu menjaga CoF di level 2,58 persen dan CoC terjaga di level 0,84 persen yoy.

Selain itu, strategi pertumbuhan adalah pada produk high yield mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 11,74 persen yoy.

Baca juga : IHSG Berbalik Menguat, Naik Ke Level 8.004

Free Based Income tumbuh 25,06 persen yoy, terutama didorong dari pertumbuhan pendapatan pada bisnis emas.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample.

“Serta, penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah,” katanya.

Tahun 2025 BRIS juga mencatatkan pertumbuhan nasabah yang signifikan menjadi 23,1 juta, tertinggi sepanjang Sejarah merger. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.