Dark/Light Mode

Pengamat Nilai MIND ID Jadi Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

Kamis, 12 Februari 2026 13:11 WIB
Foto: MIND
Foto: MIND

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat menilai Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID telah menjadi barometer nasional dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sektor pertambangan melalui transformasi budaya keselamatan yang terintegrasi dan berstandar global.

Co-Founder A+ CSR Indonesia Jalal menyatakan, penerapan disiplin K3 secara inklusif dan berkelanjutan saat ini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital untuk melindungi aset manusia sekaligus meningkatkan daya saing industri pertambangan nasional di tingkat global.

“Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID adalah barometer mutlak,” ujar Jalal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca juga : KPK Gelar OTT di Banjarmasin, Amankan Pegawai Pajak

Menurut dia, integrasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 di lingkungan Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan dasar dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan tren Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) secara konsisten.

Sebagai anggota International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID dinilai mampu membawa standar keselamatan global ke dalam operasional domestik. Jalal menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) yang tidak lagi bersifat kosmetik, melainkan menjadi strategi inti dalam menekan angka kecelakaan kerja.

Salah satu contoh penerapan tersebut terdapat pada operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI). Jalal menyebut PTFI sebagai “laboratorium tambang” dalam penerapan teknologi mitigasi risiko tingkat tinggi.

Baca juga : Pemprov DKI Batasi Operasional RDF Rorotan Jakarta Utara

Ia menjelaskan mitigasi risiko runtuhan tidak lagi sebatas pemasangan penyangga batuan (rock bolt) secara manual, tetapi telah menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memprediksi potensi rockburst.

Selain itu, implementasi Remote Operation Management System di PTFI memungkinkan operator mengendalikan alat berat dari ruang kendali yang berjarak aman dari area berisiko tinggi. Pengelolaan wet muck atau lumpur basah yang memiliki tingkat bahaya tinggi juga dilakukan melalui sistem pemuatan jarak jauh.

“Ini adalah strategi untuk memindahkan manusia keluar dari line of fire. Saat regulasi domestik mungkin baru mengatur aspek keamanan dasar, mereka sudah menerapkan sistem ventilasi otomatis dan evakuasi mandiri berbasis sensor,” kata Jalal.

Baca juga : Jaksa KPK Keberatan Munarman Jadi Advokat Buat Noel di Kasus Pemerasan K3

Penerapan teknologi keselamatan juga dilakukan pada tambang terbuka di lingkungan Grup MIND ID melalui pemantauan kestabilan lereng menggunakan radar, serta pemasangan collision avoidance system pada kendaraan operasional guna mencegah potensi tabrakan.

Langkah transformatif tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di level holding, tetapi mampu menginspirasi seluruh ekosistem pertambangan nasional untuk menempatkan keselamatan pekerja sebagai prioritas utama dalam operasional industri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.