Dark/Light Mode

Achsanul Qosasi: Madura Layak Jadi KEK Tembakau

Jumat, 13 Februari 2026 04:31 WIB
Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menjelaskan pentingnya  Pulau Madura jadi Kawasan Ekonomi Khusus KEK Tembakau. (Foto : Ist)
Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menjelaskan pentingnya Pulau Madura jadi Kawasan Ekonomi Khusus KEK Tembakau. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menegaskan Pulau Madura sangat layak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Setidaknya ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut.

Hal itu disampaikan Prof. Achsanul Qosasi dalam Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep periode 2025–2028 bertajuk “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” yang digelar di Pendapa Agung Keraton Sumenep.

Presiden Madura United FC itu menyebut, gagasan KEK Tembakau lahir dari keresahan panjang petani Madura yang selama ini kerap dirugikan oleh fluktuasi dan ketidakpastian harga tembakau.

“KEK Tembakau ini merupakan solusi atas data fakta yang menunjukkan bahwa pembangunan di Madura masih tertinggal. Pada saat yang sama, kebijakan tentang pertembakauan sangat timpang antara Madura dan wilayah yang memiliki pabrik. Jadi ini adalah inisiatif dan ide dari bawah dari warga Madura sendiri yang selama diabaikan baik oleh kebijakan pusat maupun provinsi,” ujar Prof. Achsanul Qosasi, Selasa (10/2/2026).

Baca juga : Industri Minta Regulasi Daerah Tak Bebani Operator Telekomunikasi

Alasan pertama, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia. Hampir seluruh wilayah Madura mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan sangat bergantung pada sektor pertanian tembakau dan garam.

“Mayoritas penduduk Madura adalah petani tembakau dan garam. Negara seharusnya berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Madura yang telah berkontribusi besar pada dua komoditas tersebut,” tegasnya.

Alasan kedua, tembakau beserta industri turunannya telah menjadi tulang punggung ekonomi Madura. Sektor ini menopang kehidupan ribuan kepala keluarga dari petani, buruh tani, pengepul hingga pelaku industri hilir.

Ketiga, dari sisi geografis, Madura memiliki batas wilayah yang jelas dan terpisah, sehingga dinilai lebih mudah diawasi dan dikendalikan dalam penerapan kebijakan KEK.

Baca juga : KPK Panggil Bos Maktour Jadi Saksi Kasus Kuota Haji

“Madura dibatasi oleh kawasan yang jelas, sehingga pengawasan akan jauh lebih efektif,” jelas akademisi tersebut.

Alasan keempat, Prof. Achsanul menilai KEK Tembakau sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam membuka lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mempercepat pembangunan infrastruktur.

“KEK Tembakau ini menjawab ketimpangan wilayah antara Madura daratan utama Jawa Timur serta transformasi pemerataaan pembangunan nasional dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, KEK Madura kedepan dapat menjadi jembatan strategis antara petani, pengusaha tembakau, industri rokok, serta regulator seperti pemerintah daerah, pemerintah provinsi, bea cukai hingga pabrik pupuk.

Baca juga : AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Harga Minyak Dunia Turun

“Dengan KEK Tembakau ini, kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan memberikan hak yang adil kepada petani, sehingga perekonomian Madura dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.