Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah ramainya polemik yang mempersoalkan ijazah doktoralnya, kehidupan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani tidak banyak berubah. Ia tetap terbuka, baik secara sosial maupun di lingkungan kerja.
Bahkan, ketika banyak pihak menyebut kasusnya itu terkait dengan adanya pihak yang tidak senang karena putusan-putusan MK atau dirinya pribadi.
"Saya tidak ada yang berubah dalam sehari-hari. Juga tidak menutup lingkungan sosial ataupun di MK," kata Arsul Sani dengan senyum khasnya.
Baca juga : Dubes Muhsin Syihab Jajaki Kerja Sama Dengan British Columbia
Baginya, polemik ijazah ini cukup diambil hikmahnya saja, tanpa perlu berburuk sangka kepada siapapun. Ia juga tak berpikir untuk membalasnya.
"Saya tetap ingin menjaga prasangka baik (husnuzan) kepada semuanya, dan tidak ingin menyusahkan diri dengan mencari-cari pihak yang mau menjatuhkan, apalagi membalasnya," ujarnya dengan santai.
Sebagai orang yang dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin, Arsul menganggap serangan seperti itu sebagai bagian dari cobaan hidup. Ia bersyukur sejumlah ulama atau kiai NU turut menguatkan dirinya dengan mengajarkan doa dan wirid tertentu.
Baca juga : Guru Puji Komitmen Prabowo Bangun Jembatan Di Daerah 3T
Menurutnya, sudah biasa di lingkungan NU jika ada seseorang tengah mendapatkan ujian atau memang punya hajat tertentu kemudian 'diijazahi' wirid dan doa tertentu.
"Saya bersyukur, ada Ulama atau Kiai NU yang turut menguatkan dan membesarkan hati saya agar tetap lapang, sehingga tidak down hati dan pikiran," terangnya.
Para Kiai itu juga turut berpesan agar dirinya sebagai Hakim MK tetap berlaku adil dan tidak menyimpang dari kebenaran hukum. Selain para ulama, Arsul mengaku, ibunya turut menjadi pihak yang terus menguatkannya. Dia terus berpesan agar dirinya menerima segala ujian hidup dengan hati lapang, dan berserah pada Allah SWT.
Baca juga : Krisis Sampah Parah, KLH Tancap Gas Benahi Tata Lingkungan
"Ibu saya masih ada, dan beliau yang paling utama menguatkan saya. Beliau berpesan agar semuanya diserahkan kepada Allah SWT," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya