Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sumur Libo SE #86 PHR Hasilkan 1.274 Barel Minyak per Hari Tanpa Air
Senin, 16 Februari 2026 13:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya peningkatan produksi minyak mentah nasional di awal tahun 2026.
Uji produksi pertama pada sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau, menunjukkan hasil produksi sebesar 1.274 barel minyak per hari (BOPD).
Pencapaian ini menjadi catatan penting bagi pengembangan Blok Rokan karena kandungan hidrokarbon yang dihasilkan murni minyak.
Berdasarkan data teknis, sumur tersebut menunjukkan angka 0 persen Water Cut, atau tidak tercampur dengan air.
Baca juga : Pertamina Cetak Sejarah, Boyong 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair ke RI
Hasil optimal ini diperoleh dari pengeboran di lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki.
Keberhasilan ini didorong oleh penerapan sejumlah inovasi teknologi, di antaranya metode pelubangan pipa sumur secara selektif (selective perforation) dan optimasi penggunaan pompa listrik rendam (Electrical Submersible Pump/ESP) dengan laju rendah.
Untuk menjaga stabilitas aliran minyak pada kondisi sumur yang mengandung gas (gassy condition), PHR juga memasang alat Advanced Gas Handler (AGH) pada pompa bawah permukaan serta Gas Separator di fasilitas permukaan.
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan bahwa keberhasilan ini memvalidasi potensi besar yang masih tersimpan di Blok Rokan.
Baca juga : KSP Pastikan Ponpes Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Bersih dari Tumpukan Kayu
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras Perwira PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia,” kata Andre dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (16/2/2026).
Pengembangan Berkelanjutan
Menindaklanjuti hasil positif tersebut, PHR segera melakukan langkah agresif dengan melanjutkan pengeboran sumur berikutnya, yakni Libo SE #88, di lokasi wellpad yang sama.
Secara keseluruhan, terdapat empat sumur tambahan (infill drilling) yang direncanakan untuk dibor guna menguras potensi minyak di area Libo SE secara maksimal.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasi di wilayah kerja seluas 6.200 kilometer persegi tersebut.
Baca juga : Pertamina Kirim Perdana 1 Juta Barel Minyak Mentah Dari Aljazair Ke Indonesia
Andre menekankan pentingnya sinergi lintas fungsi dalam mengejar target produksi nasional.
“Semoga ke depannya, PHR dapat terus membuktikan keandalan operasi dengan tetap menjaga aspek HSE (kesehatan, keselamatan, dan lingkungan) untuk ketahanan energi,” tuturnya.
Saat ini, Blok Rokan menyumbang sekitar seperempat dari total produksi minyak mentah nasional.
Dengan adanya temuan dari sumur-sumur baru seperti Libo SE #86, diharapkan kontribusi Blok Rokan terhadap kedaulatan energi nasional tetap terjaga hingga akhir masa kontrak pada 2041.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya