Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadiri Sidang Promosi Doktor Saut Situmorang
Bamsoet Dorong BUMN Perkuat Competitive Intelligence
Rabu, 18 Februari 2026 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan, Universitas Borobudur dan Universitas Jayabaya, Bambang Soesatyo, menegaskan penguatan competitive intelligence harus menjadi agenda prioritas dalam transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya kritik publik terhadap tata kelola perusahan, reputasi BUMN menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis sekaligus legitimasi sosialnya sebagai pengelola aset negara.
Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menegaskan bahwa reputasi BUMN adalah cermin kepercayaan rakyat terhadap negara. Ketika reputasi terganggu, dampaknya bisa meluas pada kepercayaan investor, stabilitas pasar, hingga legitimasi sosial perusahaan.
"Karena itu, BUMN harus memiliki sistem competitive intelligence yang mampu membaca sentimen publik secara cepat dan akurat,” ujar Bamsoet, dalam sambutannya di Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen, Saut Situmorang, di Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Saut Situmorang berhasil sangat memuaskan mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Competitive Intelligence, Organisasi Pembelajaran dan Kompetensi Terhadap Komitmen Organisasional dan Implikasinya pada Kinerja Karyawan PT Telkom”.
Baca juga : Uji Proposal Disertasi S3 Hukum, Bamsoet Dorong Penguatan Medikolegal di RS
Turut hadir antara lain mantan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Ketua KPK Agus Rahardjo, mantan Komisioner KPK Basaria Panjaitan serta mantan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Laode Muhammad Syarif.
Bamsoet menjelaskan, dengan competitive intelligence, perusahaan bisa mendeteksi potensi isu sejak dini, memahami pola pemberitaan, serta menyiapkan respons berbasis data sebelum opini publik terbentuk liar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjelaskan, competitive intelligence dalam konteks BUMN bukan sekadar memantau pesaing bisnis. Melainkan juga mencakup pemetaan risiko reputasi, analisis persepsi publik, serta pengukuran efektivitas komunikasi perusahaan.
Baca juga : Bamsoet Soroti Perlindungan Hukum Investasi Keuangan Digital
Survei PERHUMAS Indicators menunjukkan tingkat inovasi BUMN dinilai publik berada di bawah sektor swasta, sekitar 69 persen berbanding 75,5 persen. Angka tersebut menunjukkan masih perlunya perbaikan dalam membangun citra sebagai korporasi yang adaptif dan modern.
“Reputasi tidak dibangun melalui kerja sesaat. Reputasi tumbuh dari konsistensi tata kelola, transparansi, serta keberanian membuka data kepada publik. Competitive intelligence harus menjadi fondasi manajemen risiko reputasi di setiap BUMN,” tegas Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini menambahkan, transformasi digital BUMN harus diiringi dengan transformasi komunikasi publik. Di era ketika lebih dari 210 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet dan media sosial menjadi ruang utama pembentukan opini, setiap kebijakan korporasi dapat langsung diuji oleh publik. BUMN yang mampu memanfaatkan analisis sentimen digital, media monitoring, dan pemetaan opini publik akan lebih siap menjaga stabilitas reputasinya.
Baca juga : Benahi Pasar Saham, Bamsoet Dorong Percepat Reformasi Tata Kelola Bursa Efek
Dia menambahkan, BUMN mengelola aset rakyat dan memegang peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, membangun reputasi melalui pendekatan yang terukur dan berbasis data adalah keharusan. "Dengan competitive intelligence yang kuat, BUMN akan lebih tangguh menghadapi krisis dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya