Dark/Light Mode

Lazada Ajak Masyarakat & Pelanggan Waspadai Modus Penipuan Di Momen Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 15:49 WIB
Foto: Dok. Lazada
Foto: Dok. Lazada

RM.id  Rakyat Merdeka - Seiring dengan meningkatnya tren belanja dan transaksi saat Ramadan hingga jelang Lebaran, Lazada Indonesia (Lazada) mengajak masyarakat dan pelanggan untuk tetap waspada terhadap modus modus penipuan, mulai dari phishing, situs palsu, hingga upaya pencurian data pribadi.

Head of Customer Experience Lazada Indonesia Intan Eugenia mengatakan, Lazada terus berkomitmen menjaga keamanan platform agar penjual dan pelanggan bisa bertransaksi online dengan nyaman dan nyaman.

“Di Lazada, kami terus memperkuat sistem keamanan, memantau transaksi, dan memastikan tim Customer Care selalu siap membantu kapan pun dibutuhkan,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Lazada juga rutin mengingatkan dan mengajak pelanggan untuk menggunakan fitur-fitur resmi di aplikasi Lazada, mulai dari metode pembayaran hingga kanal komunikasi dengan penjual, agar setiap transaksi tetap aman dan terlindungi.

“Bila ada indikasi pembobolan akun atau transaksi tidak sah, segera hubungi pihak platform, laporkan ke bank atau penyedia dompet digital untuk melakukan pemblokiran, dan segera ubah kata sandi akun Anda,” imbaunya.

Intan menegaskan, sebagai konsumen cerdas, mengikuti tips-tips di atas bisa membantu memastikan pengalaman transaksi yang menyenangkan dan tepercaya saat berbelanja online di bulan Ramadan.

Khususnya dalam gelaran Lazada Ramadan Sale yang berlangsung pada 16 Februari hingga 24 Maret mendatang.

Baca juga : Lazismu Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial Di Bulan Ramadan

“Dengan kewaspadaan bersama, kami berharap dapat memberikan pengalaman belanja online yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga tepercaya bagi semua pihak,” ucapnya.

Di Ramadan 2026, aktivitas belanja online di Indonesia diproyeksikan kembali meningkat, seiring semakin luasnya adopsi kanal digital. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp 44,4 triliun pada Juli 2025 dan diperkirakan terus tumbuh setiap tahun.

Berdasarkan proyeksi BI dan berbagai laporan industri digital, nilai transaksi eCommerce nasional diperkirakan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat.

“Tren ini menunjukkan peran eCommerce yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama Ramadan hingga Idul Fitri,” katanya.

Tips Aman Belanja Online

Berdasarkan laporan berbagai lembaga keamanan siber nasional, serangan phishing dan social engineering  cenderung meningkat signifikan menjelang periode belanja besar seperti Ramadan dan Harbolnas. Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan, modus yang paling banyak ditemukan adalah phishing berbasis pesan instan, impersonasi customer service, serta penyalahgunaan tautan pelacakan pengiriman palsu.

“Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini,” katanya.

Di tengah meningkatnya aktivitas belanja online, khususnya menjelang Ramadan, konsumen perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam.

Baca juga : Luna Maya, Perjuangan Dan Air Mata Modal Bangun Usaha

“Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan berbelanja saat Lazada Ramadan Daily Sale, Pratama dan Lazada membagikan enam tips praktis dan efektif berbelanja online. Pertama, perkuat akun dengan menggunakan password yang kuat dan unik.

Kedua, pastikan untuk selalu bertransaksi di dalam platform. Intan mengatakan, Lazada senantiasa mendorong konsumen untuk selalu berkomunikasi dan bertransaksi hanya di dalam aplikasi untuk mencegah penipuan.

Jika ada oknum yang mengaku karyawan Lazada, karyawan jasa pengiriman, ataupun penjual dan menghubungi lewat kanal komunikasi lain, khususnya yang tidak terverifikasi, untuk bertransaksi atau meminta data pribadi Anda.

“Dapat dipastikan itu adalah percobaan penipuan dan segera laporkan ke tim Customer Care Lazada,” ujarnya.

Ketiga, jangan mengklik tautan apa pun dari kanal tidak resmi. Sebab, saat ini banyak modus penipuan yang meminta masyarakat untuk mengakses link dengan iming-iming tertentu, mulai dari hadiah, diskon khusus, atau keuntungan lainnya.

“Yang terbaru, ada modus penipuan yang mengatasnamakan jasa logistik atau ekspedisi, di mana pelanggan diminta untuk mengakses link tertentu untuk menelusuri paket ataupun memproses pengembalian dana," ujarnya.

Baca juga : Pemprov DKI Waspadai Harga Minyak Goreng dan Cabe Melejit Jelang Ramadan

Keempat, waspadai permintaan instalasi aplikasi atau berbagi layar. Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan digital berkembang semakin canggih dengan memanfaatkan kelengahan pengguna melalui rekayasa sosial.

Salah satu pola yang kini marak terjadi adalah pelaku meminta korban menginstal aplikasi tertentu di luar toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau App Store dengan dalih pembaruan sistem, verifikasi akun, percepatan pengembalian dana, atau konfirmasi pengiriman.

“Aplikasi semacam ini biasanya dikirimkan dalam bentuk file APK melalui pesan instan atau tautan tidak resmi,” ujar Pratama.

Kelima, jangan memberikan kode OTP atau Data Pribadi kepada siapa pun di luar aplikasi. Kode OTP digunakan untuk memverifikasi identitas dan melindungi akun Anda dari akses yang tidak sah. Keenam, hanya berbelanja di platform dan toko terpercaya. Seperti di kanal LazMall di Lazada menyediakan jaminan hanya produk asli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.