Dark/Light Mode

Prof Didik Ingatkan Risiko Impor 105 Ribu Pick Up Dari India

Senin, 23 Februari 2026 20:43 WIB
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini. (Dok. Ist)
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini mengingatkan pemerintah agar mencermati risiko rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick up secara utuh dari India. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional serta mengganggu konsistensi agenda industrialisasi yang tengah didorong pemerintah.

Menurut Didik, langkah impor masif itu berpotensi melemahkan kebijakan industri nasional yang tengah didorong pemerintah. Ia menyebut kebijakan jalan pintas tersebut bisa menjadi bentuk deindustrialisasi terselubung.

“Jika terus dilakukan, ini menjadi kebijakan instan jangka pendek yang terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga : Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up dari India

Didik menilai, dari sisi makroekonomi, impor besar-besaran akan menekan neraca perdagangan dan berisiko memperdalam tekanan pada neraca pembayaran. Padahal, Indonesia telah mengekspor otomotif ke berbagai negara lebih dari 518 ribu unit.

Ia mengingatkan, Indonesia sedang memperkuat posisi sebagai basis produksi otomotif regional. Jika impor dibuka lebar, Indonesia berpotensi berubah menjadi pasar bagi produsen luar negeri.

Masuknya kendaraan impor dalam jumlah besar juga dinilai dapat menurunkan utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta menggerus daya saing industri yang telah dibangun melalui investasi besar selama dua dekade terakhir.

Baca juga : Soal Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India, Muncul Desakan Agar Dibatalkan

Didik meminta pemerintah membatalkan rencana impor tersebut dan memprioritaskan produksi dalam negeri melalui pengadaan pemerintah. Dana publik, menurutnya, seharusnya memperkuat industri nasional serta konsisten dengan agenda hilirisasi.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya telah meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri,” kata Dasco.

Baca juga : Nurdin Halid: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Perkuat Industri Nasional

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto akan membahas rencana tersebut secara terperinci sepulang kunjungan kerja. Presiden juga akan meminta pendapat berbagai pihak dan mengalkulasi kesiapan perusahaan dalam negeri sebelum keputusan diambil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.