Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up dari India
Senin, 23 Februari 2026 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat suara mengenai polemik impor 105 ribu mobil pick up dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dasco meminta rencana impor tersebut ditunda.
"Mengenai rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada Pemerintah untuk ditunda dulu," kata Dasco, di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ketua Harian Partai Gerindra ini memandang, impor tersebut tidak sederhana. Perlu dibahas secara mendalam. Karena itu, penundaan merupakan langkah yang bijak.
Baca juga : Soal Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India, Muncul Desakan Agar Dibatalkan
Dia pun yakin, masalah ini akan dibahas secara komprehensif oleh Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari rencana impor hingga dampak yang diberikan terhadap industri dalam negeri.
"Tentunya, Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga Presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ujar Dasco.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap rencana impor 105 ribu unit pick up 4x4 dari India dengan nilai anggaran Rp 24,66 triliun. Kendaraan pick up ini nantinya untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Baca juga : Nurdin Halid: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Perkuat Industri Nasional
Dia beralasan, impor pick up dari India karena harganya lebih murah. Selain itu, industri otomotif dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan 70 ribu pick up 4x4.
"Produk dari mana pun yang menyuplai pasar Indonesia, harga untuk tipe 4x4 sangat mahal. Kenapa kita perlu 4x4 karena kita butuh untuk digunakan di daerah yang kondisi lahannya sangat menantang," terang Joao Angelo.
Selain masalah harga, industri otomotif nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan 70 ribu pick up 4x4. "Selain stok tidak, ada harga mahal, dan nanti kita bisa memutus distribusi yang lain," sesal Joao Angelo.
Baca juga : Impor 105 Ribu Pick Up Ancam Industri Otomotif, Kadin Minta Dibatalkan
Saat ini, sebanyak 200 unit pick up dari India itu telah tiba di Indonesia. Hingga akhir bulan ini, ditargetkan jumlahnya mencapai 1.000 unit. "Tahun ini kami upayakan seluruhnya terealisasi," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya