Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Danantara Garap 20 Proyek Hilirisasi Rp 429 T, Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
Sabtu, 14 Februari 2026 12:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menjalankan 20 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai 26 miliar dolar AS atau sekitar Rp 429 triliun (kurs Rp 16.500 per dolar AS) yang ditargetkan mampu membuka 600 ribu lapangan kerja pada 2026.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan proyek-proyek tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja sekaligus mendorong penguatan industri berbasis nilai tambah di dalam negeri.
“Jadi ini total proyeknya 26 miliar dolar AS, kurang lebih ini akan memperkerjakan 600 ribu orang, menciptakan 600 ribu lapangan pekerjaan,” ujar Rosan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga : Danantara Resmikan Proyek Hilirisasi Fase I Senilai 7 Miliar Dolar AS
Dari total 20 proyek, sebanyak enam proyek telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan ini dengan nilai investasi mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 110 triliun.
Enam proyek tersebut meliputi hilirisasi bauksit di Mempawah, bioetanol di Banyuwangi, biorefinery di Cilacap, integrated poultry di Malang hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), serta proyek garam dan Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Gresik hingga Sampang.
Selain itu, Danantara akan segera memulai 14 proyek hilirisasi lainnya, antara lain pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), produksi stainless steel slab berbasis nikel, modul surya dari bauksit dan silika, pembangunan kilang minyak, pengolahan rumput laut, pengembangan produk turunan minyak sawit (oleofood), hingga hilirisasi kelapa terintegrasi.
Baca juga : Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase I, PTPN Bangun Pabrik Bioethanol
Rosan menilai program hilirisasi tersebut akan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi tetapi juga penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja.
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, hingga NTB. Persebaran ini diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar kota-kota besar.
Pemerintah menargetkan hilirisasi menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi nasional melalui penguatan industri berbasis sumber daya alam yang diolah di dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya