Dark/Light Mode

Pertamina EP Mulai Fabrikasi Fasilitas Gas Lapangan Bambu Merah

Selasa, 27 Januari 2026 09:42 WIB
Pertamina EP Mulai Fabrikasi Fasilitas Gas Lapangan Bambu Merah

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina EP (PEP) Zona 7 bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package untuk Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH).

Proyek yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU) ini ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada November 2026.

Dimulainya fase krusial ini ditandai dengan seremoni pemotongan baja pertama (First Cutting Ceremony) di workshop fabrikator di Cikarang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Langkah ini merupakan bagian dari lingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan guna memperkuat fasilitas produksi migas di wilayah Subang.

Baca juga : Keselamatan Perlintasan Sebidang: Mitigasi Risiko Kecelakaan Angkutan Barang

Secara teknis, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan mampu menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara neto.

Fasilitas yang dibangun meliputi unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU), gas scrubber, serta penambahan tiga unit kompresor gas.

Manager Project Pertamina EP Zona 7 Ahmad Firdaus Fasa menyatakan, tahap fabrikasi ini merupakan tonggak signifikan bagi proyek tersebut. Pihaknya berkomitmen menjaga standar keamanan kerja dalam seluruh proses pembangunan.

“Tahap fabrikasi ini merupakan tonggak penting bagi proyek Bambu Merah. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” ujar Ahmad.

Ketahanan Energi

Baca juga : Dedi Mulyadi Putuskan Relokasi Warga di Lokasi Longsor Bandung Barat

Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7 Wazirul Luthfi menambahkan, optimalisasi fasilitas di Cilamaya Utara memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.

Skema produksi dirancang agar minyak dialirkan ke Booster Station Cilamaya, sementara gas diproses untuk memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas Cilamaya.

“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud komitmen Pertamina EP Zona 7 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan. Kami memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan sesuai aspek HSSE dan tata kelola, dengan koordinasi intensif dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Wazirul.

Proses fabrikasi ini dilaksanakan oleh PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi pengerjaan selama 280 hari kalender.

Baca juga : Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Program SMEXPO

Paket fasilitas DHU dijadwalkan dikirim ke lokasi proyek pada pertengahan September 2026, yang kemudian diikuti dengan tahap konstruksi dan commissioning selama dua bulan sebelum dioperasikan penuh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.