Dark/Light Mode

Pemerintah dan Pertamina Jaga Pasokan Stok BBM

Senin, 9 Maret 2026 08:00 WIB
Stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

 Sebelumnya 
“Standar minimal ketersediaan nasional harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita sekitar 23 hari. Artinya standar kita aman,” terangnya. 

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dwi Anggia menambahkan, angka cadangan BBM sekitar 21 hari yang sering disebut merupakan batas minimum cadangan nasional. Sementara, kondisi stok saat ini berada di atas rata-rata cadangan minimum tersebut. Ia menjelaskan, cadangan BBM bersifat dinamis karena pasokan energi terus diperbarui setiap hari. “Kalau saya boleh analogikan, ini seperti punya tumbler berisi satu liter air. 

Kalau diminum terus, tentu tidak menunggu sampai benar-benar kosong, tetapi diisi lagi. Jadi suplai ini berjalan terus, suplai hariannya juga terus masuk,” jelasnya, Minggu (8/3/2026). 

Baca juga : Perang AS-Israel Vs Iran Semakin Menyeramkan

Ia pun mengajak semua pihak untuk tenang. Kondisi dunia memang tidak baik-baik saja. Namun, Pemerintah sangat responsif terhadap situasi tersebut. “Yang harus dipastikan adalah kita tetap tenang dan tidak melakukan fear mongering atau menyebarkan rasa takut,” ujarnya. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron juga menegaskan, stok BBM tidak akan langsung habis setelah melewati batas ketahanan cadangan sekitar 21 hari. Sebab, cadangan terus dijaga dengan berjalan melakukan penambahan pasokan. 

Baron mengatakan, stok tersebut sesuai dengan aturan Pemerintah yakni Pertamina wajib mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari. 

Baca juga : Pemerintah & Danantara Tinjau Lokasi Hunian MBR Di Cikarang

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” kata Baron, dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026). 

Menurut Baron, monitoring pasokan dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi Pertamina untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu. 

Pada sektor hulu, operasional berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga. Sementara, pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. 

Baca juga : Lita Anggraini: 82 Persen PRT Tak Miliki Jaminan Kesehatan

Baron menjelaskan, optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional. Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina mampu memonitor awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU. 

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” terang Baron. [MEN/BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.