Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PLN Cek Kesiapan SPKLU Jalur Surabaya–Bali Jelang Mudik Lebaran 2026
Kamis, 12 Maret 2026 13:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur mudik Jawa hingga Bali menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan melakukan pengecekan langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di koridor Surabaya hingga Denpasar.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan pengecekan dilakukan bersama jajaran Direktorat Retail dan Niaga dengan meninjau sejumlah SPKLU yang berada di rest area maupun lokasi strategis di jalur utama menuju Bali.
“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik. Tren penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran,” ujar Adi dalam keterangan di Surabaya, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, PLN terus memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik, khususnya di jalur strategis yang menjadi rute utama mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Baca juga : Bandara InJourney Airports Operasional 24 Jam Selama Mudik Lebaran
Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit pengisi daya kendaraan listrik yang tersebar di 3.078 lokasi di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut mencakup berbagai tipe pengisian, mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging hingga Standard Charging yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik.
Untuk mendukung periode mudik Lebaran 2026, PLN juga menyiapkan 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 lokasi jalur mudik di wilayah Sumatera, Jawa hingga Bali.
Seluruh fasilitas tersebut didukung lebih dari 5.000 petugas siaga yang berjaga selama 24 jam dalam tiga shift guna memastikan layanan pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik tetap berjalan optimal.
Selain itu, PLN menyiapkan SPKLU mobile serta layanan emergency charging guna mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami pengguna kendaraan listrik di perjalanan.
Baca juga : Terbaru! Ini Daftar 10 Tol Fungsional Selama Mudik Lebaran 2026
“Kami juga menyiapkan SPKLU mobile dan unit emergency yang dapat bergerak cepat apabila pengguna kendaraan listrik mengalami kendala di perjalanan. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan perjalanan pengguna EV selama mudik tetap aman dan nyaman,” kata Adi.
PLN juga terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat, merencanakan perjalanan melalui fitur Trip Planner, hingga memantau antrean pengisian daya secara real time lewat fitur AntreEV.
Selain itu, PLN memperkuat pengembangan SPKLU Center di berbagai titik strategis agar perjalanan kendaraan listrik jarak jauh semakin nyaman. Saat ini jarak antar-SPKLU Center di jalur Trans Jawa telah dipadatkan dari sekitar 300 kilometer menjadi sekitar 150–200 kilometer.
Adi menegaskan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Baca juga : KAI Commuter Targetkan 50 Juta Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026
“Momentum mudik Lebaran menjadi salah satu ujian kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. PLN berkomitmen memastikan pengguna EV dapat melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan nyaman tanpa khawatir terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya