Dark/Light Mode

2026, Harley-Davidson Optimistis Penjualan Lebih Laris

Jumat, 13 Maret 2026 22:51 WIB
Foto: Anak Elang-Harley Davidson.
Foto: Anak Elang-Harley Davidson.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar motor besar di Indonesia sepanjang 2025 masih menghadapi tantangan. Meski sektor layanan purna jual atau servis menunjukkan peningkatan, penjualan unit motor besar dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Anak Elang Harley-Davidson, Suherli saat menggelar "Harley night IFTAR” di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Suherli menyampaikan, kondisi ekonomi yang cenderung melambat membuat sebagian konsumen menahan diri untuk membeli kendaraan dengan harga tinggi.

“Dari sisi servis memang ada kenaikan. Tapi dari sisi penjualan motor masih belum terlalu memuaskan. Mungkin karena kondisi ekonomi yang agak melambat sehingga masyarakat menahan diri untuk membeli motor besar,” ujar Suherli.

Suherli mengamati, penurunan ini sebenarnya terjadi secara lebih luas di industri otomotif. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Dewa United Optimistis Tatap Leg Kedua AFC Challenge League

Meski demikian, pelaku industri optimistis kondisi akan membaik pada 2026. Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah kebijakan pemerintah yang mulai merapikan berbagai regulasi, termasuk terkait pajak dan bea masuk kendaraan.

Dengan regulasi yang lebih jelas, diharapkan konsumen akan lebih memilih membeli motor besar melalui jalur resmi dealer.

“Harapannya tahun 2026 bisa jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Pemerintah juga sudah mulai merapikan beberapa aturan sehingga diharapkan penjualan motor besar melalui dealer resmi bisa meningkat,” ucap Suherli.

Untuk menjaga minat pasar, dealer juga aktif mengikuti berbagai pameran otomotif. Beberapa di antaranya seperti Indonesia International Motor Show (IMS) 2026, BCA Expo, serta pameran yang digelar di Senayan City.

Suherli memandang, kegiatan pameran tersebut terbukti cukup membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan konsumen, walau membutuhkan biaya promosi yang tidak sedikit.

Baca juga : Tumbang di Manila, Dewa Unted Optimistis Balikkan Keadaan

Dari sisi produk, pada 2026 juga hadir beberapa varian baru yang sebenarnya merupakan pengembangan dari model sebelumnya.

Beberapa di antaranya adalah varian limited dari model Harley‑Davidson Road Glide dan Harley‑Davidson Street Glide, yang memiliki konsep serupa dengan tipe touring premium.

Selain itu, terdapat pula edisi khusus bertema Liberty yang dirilis untuk memperingati momen ikonik terkait Statue of Liberty di Amerika Serikat.

Namun, karena jumlahnya terbatas, belum dapat dipastikan apakah model tersebut akan tersedia di pasar Indonesia.

Di luar aktivitas penjualan, lanjut dia, komunitas juga tetap menjadi bagian penting dari ekosistem motor besar.

Baca juga : Komisi IV: Perlu, Peta Jalan Kebutuhan Garam Konsumsi

Berbagai kegiatan seperti touring, gathering, hingga program charity rutin dilakukan untuk mempererat hubungan antar anggota komunitas sekaligus menarik minat masyarakat terhadap dunia motor besar.

"Kegiatan komunitas ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas jaringan dan meningkatkan antusiasme publik terhadap motor premium di Indonesia," tutup Suherli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.