Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Pacu Konsumsi Domestik
Belanja Lebaran Lancar, Perekonomian Melesat
Minggu, 15 Maret 2026 06:45 WIB
Sebelumnya
“Harapannya, perputaran uang bisa menyebar ke daerah tujuan mudik. Strategi ini juga dirancang untuk memperkuat aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah,” ujar mantan Menteri Perindustrian tersebut.
Airlangga menambahkan, likuiditas masyarakat juga diperkuat melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai Pemerintah dan pekerja formal, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi ojek daring.
“Kombinasi stimulus fiskal, insentif harga dan belanja musiman diharapkan menciptakan efek pengganda terhadap sektor perdagangan, transportasi, pariwisata, hingga industri makanan dan minuman,” ujarnya.
Baca juga : Persiapan Nyepi Dan Idul Fitri 2026, Gerindra Apresiasi Kesiapsiagaan Polri
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,5 persen.
“Tentu kami berharap bahwa momentum Lebaran ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Harapannya, bisa lebih tinggi dari tahun lalu,” tuturnya.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai, momentum Ramadan dan Idul Fitri tetap menjadi penggerak signifikan aktivitas ekonomi nasional. Terutama melalui peningkatan konsumsi rumah tangga, mobilitas pemudik, serta geliat usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.
Baca juga : PAN Ingatkan Pengurus Siap Dievaluasi & Dicopot
“Di momen Lebaran, akan ada peningkatan permintaan seiring cairnya Tunjangan Hari Raya pegawai Pemerintah dan pekerja formal yang pastinya ikut mendorong konsumsi pangan, sandang, transportasi, dan pariwisata selama mudik Lebaran,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka, Kamis (12/3/2026).
Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah INDEF Nur Komaria menambahkan, tingginya mobilitas pemudik setiap Lebaran turut menggerakkan roda usaha masyarakat dari kota hingga pedesaan.
Menurutnya, tren belanja busana hari raya, serta fenomena peningkatan penjualan takjil menjadi katalis bagi pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Baca juga : Tenang, Stok Beras & Migor Aman Hingga Akhir Tahun
“Tahun ini, momentum tersebut juga berdekatan dengan perayaan Imlek, sehingga diharapkan makin memperkuat konsumsi rumah tangga di tengah kondisi fiskal yang menantang,” ujarnya.
Dengan penguatan koordinasi kebijakan, stabilisasi harga, serta optimalisasi peran ekonomi digital dan pelaku usaha kecil dan menengah, momentum Lebaran diharapkan menjadi motor penggerak konsumsi domestik sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 15 Maret 2026 dengan judul "Pemerintah Pacu Konsumsi Domestik Belanja Lebaran Lancar, Perekonomian Melesat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya