Dark/Light Mode

Cadangan Indonesia Dalam Kondisi Aman

Strategi Penghematan BBM Untuk Jaga Stabilitas Energi

Senin, 16 Maret 2026 06:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Di tingkat global, International Energy Agency (IEA) mulai membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat oleh negara-­negara G7. Koordinasi dipimpin Prancis untuk merespons lonjakan harga dan potensi gangguan pasokan energi dunia. 

IEA mencatat gangguan pasokan juga dipicu serangan drone yang membuat kilang minyak Ruwais di Abu Dhabi berhenti beroperasi. Konsultan energi Wood Mackenzie memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga 150 dolar AS per barel jika pasokan dari kawasan Teluk berkurang sekitar 15 juta barel per hari. 

India juga merasakan dampak penutupan Selat Hormuz. Pemerintah memangkas pasokan gas untuk sektor industri hingga sekitar 50 persen dan memprioritaskan energi bagi rumah tangga serta transportasi. Kebijakan ini mengganggu aktivitas industri dan menekan sektor restoran serta perhotelan. Pemerintah India kini menyiapkan langkah lanjutan, seperti diversifikasi impor energi, percepatan eksplorasi gas, serta pengembangan energi terbarukan. 

Amankan Pasokan 

Baca juga : DKI Terjunkan Satpol PP Dan Petugas Kebersihan

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk menjaga pasokan energi nasional. Selain mendorong penghematan, pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan energi. Ia memastikan pasokan BBM nasional berada dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi berlangsung setiap hari. 

“Jadi, saya sampaikan stok BBM kita dalam kondisi aman,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026). 

Baca juga : Jalan Arsenal Makin Lapang

Bahlil menjelaskan, kapasitas tangki timbun BBM di dalam negeri sekitar 25 hari kebutuhan nasional. Namun angka tersebut tidak berarti persediaan BBM akan habis dalam kurun waktu tersebut. Stok bersifat dinamis karena setiap hari ada distribusi ke masyarakat dan pasokan baru terus masuk. 

Ia mengibaratkan mekanisme pasokan BBM seperti toren air di rumah. Ketika air digunakan dan volumenya berkurang, pompa akan kembali mengisi. 

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Salah satu langkah yang didorong ialah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Baca juga : Paribas Open, Medvedev Hentikan Rekor Carlos Alcaraz

Selain tenaga surya, pemerintah juga mempercepat pemanfaatan sumber energi lain seperti panas bumi dan tenaga air. 

“Dengan kita memakai pembangkit seperti ini, maka kita tidak tergantung lagi dari luar negeri terhadap energi fosil,” ujar Bahlil. 

Pemerintah juga meminta BUMN energi, terutama Pertamina, menyiapkan berbagai inovasi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi, terutama menjelang April dan periode setelahnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.