Dark/Light Mode

Trading Tokenisasi Aset Di PINTU Melonjak, Volume per Pengguna Naik 45 Persen

Senin, 16 Maret 2026 17:19 WIB
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad menyampaikan kinerja perdagangan tokenisasi aset di aplikasi PINTU, Jakarta, Senin (16/3/2026). Dok. PINTU
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad menyampaikan kinerja perdagangan tokenisasi aset di aplikasi PINTU, Jakarta, Senin (16/3/2026). Dok. PINTU

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdagangan tokenisasi aset di platform investasi kripto PINTU menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Februari 2026, trading volume per pengguna tercatat naik 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengatakan, kenaikan tersebut terlihat dari data internal perusahaan. Selain peningkatan volume perdagangan, jumlah pengguna kumulatif juga tumbuh 9,18 persen pada periode yang sama.

“Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, kategori tokenisasi aset di aplikasi PINTU semakin diminati karena memberi akses bagi pengguna di Indonesia untuk memperdagangkan berbagai instrumen global. Saat ini tersedia lebih dari 30 tokenisasi aset yang mencakup saham, Exchange-Traded Fund (ETF), hingga komoditas seperti emas dan perak dalam bentuk aset kripto.

Baca juga : Mentan Ajak Kaum Muda Terjun Ke Sektor Pertanian

Iskandar menjelaskan, beberapa aset yang paling banyak diperdagangkan pengguna saat ini antara lain NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Tingginya aktivitas pada aset tersebut menunjukkan ketertarikan investor terhadap saham teknologi global.

“Melalui tokenisasi ini, pengguna juga dapat melakukan diversifikasi portofolio. Tidak hanya aset kripto, tetapi juga saham, ETF, hingga komoditas dalam satu aplikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh aset yang tersedia di platform telah melalui proses kurasi guna memastikan kualitas aset sekaligus menjaga keamanan pengguna.

Secara global, tren tokenisasi aset juga terus berkembang. Data Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026 menunjukkan pasar token Real World Asset (RWA) mencapai nilai US$26,54 miliar atau sekitar Rp450,49 triliun.

Baca juga : 7 Kementerian Sepakati Pedoman Penggunaan AI Di Pendidikan

Nilai tersebut meningkat 2,20 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Jumlah pemegang aset tokenisasi juga mencapai sekitar 663 ribu wallet di berbagai negara.

Menurut Iskandar, kondisi tersebut menunjukkan tokenisasi aset mulai dilihat sebagai alternatif bagi investor untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.

Ia mengatakan, investor kripto di Indonesia kini semakin selektif dalam memilih instrumen investasi sekaligus memperhatikan diversifikasi portofolio.

“Melalui listing tokenisasi aset ini, kami ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dalam satu aplikasi yang aman, praktis, dan teregulasi,” katanya.

Baca juga : Kereta Suite Class Compartment KAI Diminati, Awal 2026 Pelanggan Naik 72 Persen

PT Pintu Kemana Saja dengan brand PINTU merupakan pedagang aset keuangan digital yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Aplikasi ini hadir sejak April 2020 untuk mempermudah masyarakat mengakses investasi aset kripto serta mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.