Dark/Light Mode

Sekjen Kemenkeu Baru Diminta Perkuat Stabilitas Fiskal Dan Tata Kelola Internal

Minggu, 29 Maret 2026 14:13 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik sekjen Kemenkeu yang baru. (Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik sekjen Kemenkeu yang baru. (Foto: Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penunjukan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai strategis di tengah tekanan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia.

Pengamat ekonomi dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, posisi Sekjen Kemenkeu bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan kunci dalam menjaga penerimaan negara dan memperkuat tata kelola internal kementerian.

“Sekjen itu tangan kanan menteri. Perannya sangat strategis, apalagi dalam kondisi global yang tidak stabil, harga minyak naik, dan tekanan fiskal meningkat,” kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi Sekjen baru, terutama dalam mengatasi kebocoran penerimaan negara yang dinilai masih terjadi, khususnya di sektor kepabeanan.

Baca juga : Menkes Ajak China Perkuat Kerja Sama Kesehatan

“Masalah terbesar ada di pintu-pintu masuk perdagangan. Ketika satu jalur ditutup, jalur lain tetap berjalan. Ini sudah menjadi pola kolektif yang harus dibenahi secara sistem,” ujarnya.

Ia optimistis, apabila tata kelola di sektor kepabeanan dan perpajakan dapat diperbaiki, maka potensi peningkatan penerimaan negara akan signifikan.

Selain itu, keberhasilan Sekjen Kemenkeu juga dinilai sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan internal birokrasi dan membangun integritas aparatur sipil negara (ASN). Menurut Ibrahim, kultur organisasi di kementerian sangat ditentukan oleh kepemimpinan.

“ASN adalah cerminan pimpinan. Jika pemimpin tegas dan bersih, maka akan diikuti oleh bawahannya,” ujarnya.

Baca juga : PP Tunas Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital bagi Siswa dan Santri

Sementara itu, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai, penunjukan Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Kemenkeu merupakan pilihan tepat untuk mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Saya tidak meragukan kemampuan Pak Robert dengan pengalaman yang dimiliki, baik di Kemenkeu maupun di BKPM,” ujar Nailul.

Namun demikian, ia menilai peran Sekjen lebih berfokus pada pembenahan internal kementerian dibandingkan menghadapi langsung tantangan eksternal seperti dinamika geopolitik global.

“Peran Sekjen lebih banyak di internal, terutama dalam pengelolaan ASN dan tata kelola organisasi,” katanya.

Baca juga : PM Anwar: Malaysia-RI Perkuat Solidaritas Regional di Tengah Krisis Timteng

Robert Leonard Marbun diketahui memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan publik dan fiskal. Ia pernah menjabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, termasuk sebagai Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga pada 2016.

Selain itu, ia juga pernah menjabat Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara di Kemenkeu pada 2018 serta Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2024.

Dalam struktur Kemenkeu, Sekjen memiliki peran sentral dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk menyimpan data dan rekam jejak seluruh pegawai. Posisi ini juga berfungsi sebagai filter utama dalam proses seleksi pejabat strategis di lingkungan kementerian.

Dengan peran tersebut, Sekjen diharapkan mampu memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang baik guna mendukung penguatan fiskal nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.