Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Swedia Kecam Iran, Warganya Dieksekusi Atas Tuduhan Mata-Mata
Rabu, 18 Maret 2026 21:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Maria Malmer Stenergard mengecam Pemerintah Iran, setelah seorang warganya dieksekusi terkait tuduhan spionase alias mata-mata.
"Dengan rasa duka yang mendalam, saya mengetahui bahwa seorang warga negara Swedia telah dieksekusi di Iran pada hari ini. Pikiran saya bersama keluarga mereka di Swedia dan di Iran pada masa sulit ini," kata Stenergard dalam pernyataan resmi, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, hukuman mati adalah bentuk hukuman yang tidak manusiawi, kejam, dan tidak dapat diperbaiki.
"Swedia, bersama dengan Uni Eropa, mengecam penggunaannya dalam keadaan apa pun," tegasnya.
Baca juga : Seskab Tinjau Kereta Ekonomi Kerakyatan, Sapa Pemudik Di Stasiun Pasar Senen
Stenergard menilai, proses hukum yang berujung pada eksekusi warga Swedia tidak memiliki kepastian hukum yang memadai.
"Tanggung jawab sepenuhnya berada pada Iran. Swedia akan terus mengecam pelanggaran berat hak asasi manusia di Iran," pungkasnya.
Sejak penangkapan warga Swedia tersebut pada Juni 2025, Swedia telah berulang kali mengangkat kasus ini di berbagai tingkat dengan perwakilan Iran. Dalam komunikasi tersebut, Swedia menyampaikan harapan agar warganya diberikan proses peradilan yang adil dan tidak dijatuhi hukuman mati.
Pernyataan Stenergard memang tidak menyebutkan nama warga Swedia yang dikenai hukuman mati di Iran. Namun, situs resmi Human Rights Activists News Agency (HRANA) menyebut warga tersebut bernama Kourosh Keyvani.
Baca juga : Harga Minyak Dunia Terkerek, Kita Bakal Kena Dampaknya
Menurut Mizan News Agency, Keyvani diidentifikasi dan ditangkap pada hari keempat dari “perang 12 hari” oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di sebuah vila di Kabupaten Savojbolagh.
Saat Keyvani ditangkap, pihak berwenang dilaporkan menemukan dan menyita uang tunai sebesar 30.000 euro, sebuah mobil pick up Padra, sepeda motor trail, serta berbagai peralatan canggih untuk spionase, intelijen, dan komunikasi satelit.
Baca juga : Amerika-Israel Serang Iran, Perang Dunia III Di Depan Mata
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya