Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kritik Impor 105 Ribu Mobil India, Buruh: RI Produksi Jutaan Mobil Setiap Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 14:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat mengkritik rencana PT. Agrinas Pangan Nusantara mengimpor hingga 105 ribu unit mobil pick up dari India.
"Tidak ada legitimasi moral, profesional dan sejarah kecuali hanya ingin meraup rente yang bisa membenarkan rencana impor ini,” tegas Jumhur
Baca juga : Impor 105 Ribu Pick Up Ancam Industri Otomotif, Kadin Minta Dibatalkan
Menurut Jumhur sejak hampir 40 tahun lalu Indonesia malah sudah mengekspor mobil. Bahkan Toyota saja sudah mengekspor lebih dari 3 juta unit sampai pada 2025. Belum lagi merek-merek lainnya seperti Honda, Daihatsu, Mitsubishi dan sebagainya. Ekspor ini pun dilakukan ke lebih dari 80 negara sejak tahun 1987.
"Dengan kinerja ekspor seperti itu, saya ngga habis pikir kok ada pikiran mau ngimpor mobil hingga 105 ribu unit. Itu kan sama saja dengan merendahkan kemampuan bangsa sendiri,” keluh Jumhur.
Baca juga : Libur Akhir Tahun, Bluebird Group Maksimalkan Mobilitas Di Tiap Titik Destinasi
Saat ini diketahui pasar otomotif dalam negeri sedang menurun. Karena itu, bila ada rencana pembelian produk otomotif besar-besaran yang berasal dari pemerintah harusnya diarahkan untuk membeli produk dalam negeri.
Menurut Jumhur lagi, di berbagai industri otomotif, PHK sudah dan sedang berlangsung. Ada juga pengurangan jam kerja untuk mempertahankan agar jangan ada PHK. Dalam situasi seperti ini, kaum buruh yang bekerja di sektor otomotif pasti akan meradang.
Baca juga : Toshiba Lifestyle Indonesia Resmi Luncurkan Produk Japandi Series
“Mereka kaum buruh yang bekerja di sektor otomotif pasti marah. Karena itu, pemerintah dalam hal ini PT. Agrinas Pangan Nusantara agar mengurungkan rencana impor ugal-ugalan itu. Tidak benar produk otomotif dalam negeri itu tidak bisa bersaing. Dengan jutaan unit mobil diekspor dari Indonesia adalah bukti bahwa produk Indonesia itu kompetitif,” pungkas Jumhur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya