Dark/Light Mode

PTPN IV PalmCo Tercatat Paling Aktif Dampingi Program PSR

Jumat, 3 April 2026 21:16 WIB
Foto: Dok. PTPN IV Palm Co)LP
Foto: Dok. PTPN IV Palm Co)LP

RM.id  Rakyat Merdeka - PTPN IV PalmCo tercatat sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) secara nasional, dengan luasan mencapai 6.672 hektare berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Capaian tersebut menempatkan PalmCo di posisi teratas dalam kontribusi pendampingan peremajaan kebun sawit rakyat di Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP Dwi Nuswantara mengatakan, kontribusi PalmCo menjadi yang terbesar dalam skema pendampingan PSR.

"Peringkat pertama adalah PTPN atau PalmCo seluas 6.672 hektare. Selanjutnya disusul oleh Sinar Mas seluas 4.426 hektare dan Asian Agri seluas 3.204 hektare," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).

Baca juga : BGN Gandeng Kejagung, Perkuat Pengawasan Program MBG

Adapun, program PSR yang berjalan sejak 2017 bertujuan meningkatkan produktivitas kebun rakyat melalui peremajaan tanaman sawit yang sudah tidak produktif.

Pemerintah setiap tahun mengalokasikan dana sekitar Rp3 triliun untuk mendukung peremajaan sekitar 100.000 hektare lahan sawit rakyat.

Namun, implementasi program ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan petani serta keterbatasan aspek teknis budidaya.

Karena itu, Pemerintah mendorong pola kemitraan antara petani dan perusahaan guna memperkuat pendampingan di lapangan.

Baca juga : Prabowo Terharu Saat Bahas Bantuan Palestina, Apresiasi Peran Baznas

Pendampingan oleh perusahaan dinilai tidak hanya memastikan penyaluran dana tepat sasaran, tetapi juga meningkatkan kualitas pelaksanaan mulai dari penanaman ulang, penggunaan bibit unggul, hingga pengelolaan kebun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari peran sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pembangunan sektor perkebunan rakyat.

"Sebagai BUMN, kami tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan. Pendampingan ini adalah bentuk komitmen untuk tumbuh bersama petani," kata Jatmiko.

Ia menambahkan, melalui skema kemitraan, petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga dukungan teknis, penggunaan bibit unggul bersertifikat, serta kepastian pasar hasil panen.

Baca juga : Ketua Komisi D Minta Eksekutif Tampung Program Prioritas Pro Rakyat

Model pendampingan ini diharapkan mampu menjawab persoalan produktivitas kebun rakyat yang selama ini masih tertinggal dibandingkan kebun perusahaan.

Dengan praktik agronomi yang lebih baik dan dukungan ekosistem yang terintegrasi, hasil panen petani diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Ke depan, Pemerintah berharap pola kemitraan ini dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan guna mempercepat capaian target PSR sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.