Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
APKI Ajak Industri Pulp Dan Kertas Bersatu Hadapi Tekanan Global
Senin, 6 April 2026 19:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mendorong konsolidasi strategis lintas pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing industri pulp dan kertas nasional di tengah tekanan global dan dinamika kebijakan perdagangan internasional.
Dorongan tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal 1447 H yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri dan pemerintah dalam merumuskan arah pengembangan sektor ke depan.
Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata menyatakan, industri pulp dan kertas saat ini berada dalam fase krusial yang membutuhkan respons kolektif dan terkoordinasi. Menurutnya, ketidakpastian geopolitik, tekanan rantai pasok global, serta perubahan kebijakan perdagangan menuntut industri untuk semakin adaptif.
“Industri tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan konsolidasi yang kuat antar pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar mampu merespons dinamika global sekaligus menjaga daya saing nasional,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga : FPN: Posisi RI Di BoP Harus Berpijak Pada Kemandirian Diplomasi
Di tingkat domestik, APKI menekankan pentingnya penguatan fundamental industri melalui peningkatan investasi, efisiensi produksi, serta kebijakan tata niaga yang berpihak pada industri dalam negeri. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif secara global juga dinilai menjadi kunci keberlanjutan industri dalam jangka panjang.
Transformasi menuju industri hijau dan penerapan ekonomi sirkular juga dipandang sebagai peluang strategis. Langkah ini tidak hanya menjawab tuntutan global, tetapi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global berbasis keberlanjutan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menegaskan, industri pulp dan kertas merupakan sektor hilir strategis dengan nilai tambah tinggi serta kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Ia menyebutkan, pada 2025 industri kertas dan turunannya berkontribusi sebesar 3,73 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Nilai ekspor pulp tercatat mencapai 3,6 miliar dolar AS, sedangkan kertas sebesar 4,57 miliar dolar AS. Industri ini juga menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.
Baca juga : Trump Pidato Soal Perang Iran, Klaim Kemenangan Besar Di Tengah Tekanan Global
“Prospek industri tetap solid, didorong oleh peningkatan kebutuhan kemasan dari sektor makanan dan minuman serta e-commerce, serta tren global substitusi plastik ke material berbasis kertas yang lebih ramah lingkungan,” kata Putu.

Meski demikian, sejumlah tantangan struktural masih membayangi, seperti keterbatasan bahan baku domestik, dinamika kebijakan perdagangan global, hingga penyesuaian terhadap regulasi seperti kewajiban sertifikasi halal dan hambatan non-tarif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah bersama pelaku industri mendorong penguatan ekosistem melalui konsolidasi kebijakan lintas sektor, perbaikan rantai pasok domestik, inovasi bahan baku alternatif, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal guna menjaga momentum pertumbuhan.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai asosiasi dan pemangku kepentingan industri, antara lain INA-TAPPI, APINDO, KSO SCISI, APKIDA, APKINDO, FSI International, APHI, ADMINDO, WAPINDO, FIPGB, dan AIPF.
Baca juga : 4 Pilar Timnas Kembali, Persija Fokus Hadapi Laga Krusial
APKI menegaskan, kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan industri sekaligus mempercepat transformasi menuju sektor pulp dan kertas yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya