Dark/Light Mode

BSI Salurkan Rp 1,65 T KUR Syariah Ke 11 Ribu UMKM

Senin, 6 April 2026 21:13 WIB
Foto: BSI
Foto: BSI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp1,65 triliun hingga Februari 2026. Nilai tersebut setara 11,1 persen dari total kuota tahun ini dan telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, penyaluran ini menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional sekaligus mendorong daya beli masyarakat.

Pembiayaan tersebut difokuskan pada sektor produktif, terutama makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan. Dari total penyaluran, sekitar 65 persen dialokasikan ke sektor produksi dan 35 persen ke sektor non-produksi sesuai kebijakan pemerintah.

“Komposisi ini mencerminkan strategi BSI dalam mendorong aktivitas ekonomi yang bernilai tambah dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4).

Baca juga : BSI Maslahat Salurkan Bantuan Ramadan ke 145 Ribu Penerima

Kemas menegaskan, BSI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Penyaluran dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi serta kualitas pembiayaan agar portofolio tetap sehat.

Seiring itu, BSI optimistis pertumbuhan UMKM akan tetap solid sepanjang 2026, didukung berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah. Penguatan ekosistem UMKM juga didorong melalui program KUR Syariah, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, serta pembiayaan mikro dan small medium enterprise (SME).

Selain itu, tren positif sektor halal pada awal tahun menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan UMKM ke depan.

Kinerja segmen UMKM turut menopang performa BSI secara keseluruhan. Hingga Februari 2026, total pembiayaan BSI mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan kontribusi signifikan dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.

Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 T Ke 59.327 Debitur UMKM di Februari 2026

Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM tercatat sebesar Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen yoy.

BSI juga terus memperkuat ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai inisiatif, seperti pendampingan usaha, pelatihan, business matching, layanan BSI UMKM Center, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha binaan.

“Upaya ini bertujuan mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global,” kata Kemas.

Ke depan, BSI akan terus memperkuat dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel.

Baca juga : Tugu Insurance Daur Ulang 1,7 Ton Limbah Tekstil, Tanam 10 Ribu Mangrove

“Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga dan pembiayaan menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.