Dark/Light Mode

Perkuat Sinergi, BSI Serap 60 Persen Porsi Penjualan Emas Antam

Senin, 13 April 2026 18:49 WIB
Penandatanganan MoU antara BSI dan Aneka Tambang dalam memperkuat industri bulion emas nasional. (Foto: Dok. BSI)
Penandatanganan MoU antara BSI dan Aneka Tambang dalam memperkuat industri bulion emas nasional. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menggandeng PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kian memperkuat industri bulion emas nasional. Sinergi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan ekspansi agresif dari sinergi yang sudah terbangun dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun.

Langkah ini, tegas Anton, menjadi bukti keseriusan mendorong Asta Cita Pemerintah melalui penguatan peran bank bulion melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan.

“Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas Antam pada kategori pihak berelasi. Adapun dibandingkan total keseluruhan kategori penjualan emas Antam, BSI menyerap sekitar 11 persen,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Anton menjelaskan, BSI dan ANTAM sepakat meningkatkan kolaborasi mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.

Baca juga : Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak & Ekonomi Rakyat di Manado

“Momentum ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI pasca memperoleh izin sebagai bullion bank dan memberikan kemudahan akses memiliki emas Antam melalui BSI,” katanya.

Anton menegaskan, bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas.

Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam.

“Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan Pemerintah,” tuturnya.

Melalui kerja sama ini, BSI dan Antam sepakat untuk naik kelas melalui penguatan ekosistem emas yang mudah dan aman.

Menurut Anton, langkah ini juga menjadi komitmen Melayani Sepenuh Hati dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta memastikan seluruh implementasi kerja sama dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.

Baca juga : Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Pengentasan Kemiskinan

“Basis nasabah juga melonjak tajam. Nasabah layanan bullion BSI kini mendekati 1 juta dengan pertumbuhan fantastis 658 persen secara tahunan,” ujar Anton.

Sementara, nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu Nasabah atau tumbuh 54,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) per Maret 2026.

Di kesempatan yang sama, Direktur Komersial Antam Handi Sutanto mengungkapkan, kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus membuka akses investasi emas yang lebih luas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.

“Sebagai produsen emas logam mulia, Antam berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis,” katanya.

Di tahun 2025, Antam mencatatkan produksi emas sekitar 743 kilogram (kg), dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas.

“Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis Antam dalam memenuhi kebutuhan emas nasional," ujarnya.

Baca juga : POM TNI–Propam Polri Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Tugas

Handi meyakini, kerja sama dengan BSI dapat memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi investasi emas kepada masyarakat, baik melalui kanal offline maupun transaksi emas fisik berbasis digital.

“Sinergi ini juga menjadi bagian dari dukungan Antam terhadap pengembangan industri bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global,” ucapnya.

Handi menambahkan, penguatan sinergi ini juga merupakan bagian dari upaya Antam dalam mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terintegrasi, mulai dari sisi pasokan, distribusi, hingga perluasan akses layanan keuangan berbasis emas.

Ke depan, Antam memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal.

“Sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” pungkas Handi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.