Dark/Light Mode

BCA Perkuat SDM Sektor Pendidikan di Aceh Pascabencana Lewat Metode GASING

Senin, 13 April 2026 20:15 WIB
BCA menggelar kegiatan Belajar Cerdas Angka ala Gasing di Aceh Tamiang, Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
BCA menggelar kegiatan Belajar Cerdas Angka ala Gasing di Aceh Tamiang, Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA turut berkontribusi dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang agar dapat berjalan semakin optimal dan berdampak bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

BCA melalui program Corporate Shared Value (CSV) di bawah payung Bakti BCA menghadirkan pelatihan “Belajar Cerdas Angka ala GASING (Gampang Asik dan Menyenangkan) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini diikuti sekitar 50 siswa dan 10 guru dari 4 Sekolah Dasar (SD) di Aceh Tamiang, yang berlangsung pada 2-13 April 2026 di Aula SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, program ini digelar sebagai wujud komitmen BCA membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh, khususnya di sektor pendidikan.

“Pelatihan dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi berhitung siswa, sekaligus mendukung peningkatan indeks numerasi di wilayah Aceh Tamiang,” katanya dalam kegiatan Belajar Cerdas Angka ala Gasing di Aceh Tamiang, Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026).

Hera mengatakan, selain menggelar pelatihan berhitung dengan metode GASING, Bakti BCA juga memberikan bantuan peralatan sekolah bagi seluruh siswa kelas 1 yang mengikuti kegiatan ini.

Baca juga : Kemenperin Percepat Sertifikasi ISPO Hilir Sawit Lewat Skema KAN

“Program pelatihan berhitung dengan metode GASING sengaja kami hadirkan di Aceh Tamiang untuk meningkatkan semangat belajar dan rasa bahagia bagi anak-anak di daerah ini,” ujarnya.

BCA sambung Hera, berharap program ini dapat membantu anak-anak untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga menumbuhkan kembali antusiasme mereka dalam belajar dan rasa percaya diri para siswa.

“Kami yakin, melalui kolaborasi antarpihak, pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berjalan semakin optimal dan berdampak bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan," ujar Hera. 

Selain di Aceh Tamiang, Bakti BCA selama ini kerap berkolaborasi menggelar pelatihan berhitung menggunakan metode GASING di berbagai daerah.

Seperti Kabupaten Manggarai Barat, NTT; Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Bantuan Pascabencana

GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) merupakan metode berhitung yang dicetuskan Prof Yohanes Surya.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Basis Data Industri Nasional Lewat SIINas

Metode ini menekankan proses belajar-mengajar melalui berbagai aktivitas interaktif seperti permainan, lagu, serta kolaborasi antara siswa dan guru.

“Melalui suasana pembelajaran yang hangat dan menyenangkan, anak-anak diharapkan kembali menemukan semangat belajar, kenyamanan di lingkungan sekolah, serta kembali percaya diri dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Yohanes dalam kesempatan yang sama.

Puluhan siswa dan guru yang mengikuti pelatihan GASING di Aceh Tamiang sejak awal April berasal dari SD Negeri 1 Kualasimpang, SD Negeri 2 Kualasimpang, SD Negeri 4 Kualasimpang, dan SD Negeri Kota Lintang.

Selain melalui pelatihan berhitung ala GASING, Bakti BCA melalui pilar Bakti Pendidikan juga memiliki sejumlah program dan aktivitas lain.

Beberapa di antaranya, menyalurkan Beasiswa Bakti BCA untuk 8.500 pelajar hingga tahun 2025. Menjalankan Program Pendidikan Bisnis & Perbankan (PPBP) serta Program Pendidikan Teknologi Informasi (PPTI).

Memberi kesempatan magang para lulusan SMA/SMK/Sarjana melalui Magang Bakti BCA, yang pada 2025 diikuti lebih dari 5.200 peserta.

Baca juga : ASDP dan OT Group Perkuat Layanan di 4 Pelabuhan Saat Mudik 2026

Menggelar BCA Berbagi Ilmu yang telah diikuti lebih dari 16 ribu peserta hingga akhir 2025. Kemudian, membina total 32 Sekolah Bakti BCA di Bengkulu, Kalimantan Timur, NTT, Papua Barat Daya, Lampung, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur hingga akhir 2025.

BCA juga menggelar program pemberdayaan disabilitas yang salah satunya diikuti 15 sahabat disabilitas (teman tuli) hingga meraih sertifikat profesional.

“Kami juga menggelar edukasi literasi keuangan di berbagai kesempatan yang total diikuti lebih dari 169 ribu orang hingga akhir 2025,” ujar Hera.

Khusus di wilayah Aceh Tamiang, Bakti BCA sebelumnya menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan pascabencana terjadi di lokasi ini.

Penyaluran bantuan juga disalurkan di sejumlah wilayah di Sumatera, yaitu Solok, Tapanuli Selatan, serta Medan dan Langkat. Dukungan yang diberikan berupa beras, botol air mineral, makanan, selimut, tenda, hingga pakaian anak-anak dan dewasa.

“Selain itu, Bakti BCA juga membantu pembangunan sumur bor, tangki air berkapasitas 5 ribu liter, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk masyarakat terdampak,” pungkas Hera.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.