Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Biodiesel Tekan Impor BBM, Hemat Devisa Hingga Rp130 Triliun
Rabu, 15 April 2026 08:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebijakan mandatori biodiesel dinilai menjadi strategi penting untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Program ini juga didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk menjaga keberlanjutan energi nasional.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rhenald Kasali mengatakan biodiesel memiliki potensi besar sebagai substitusi solar. Hal ini didukung ketersediaan bahan baku kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri.
“Program biodiesel memang efektif menekan impor solar dan memperbaiki neraca perdagangan energi,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut mampu menghemat devisa negara dalam jumlah besar setiap tahun. Selain itu, teknologi pengolahan biodiesel di Indonesia dinilai sudah cukup matang untuk mendukung program tersebut.
“Program itu bisa menghemat devisa hingga 8-10 miliar dolar AS per tahun,” katanya.
Baca juga : Sugeng Suparwoto: Elektrifikasi Transportasi Bisa Hemat APBN hingga 30 Persen
Namun, Rhenald mengingatkan pentingnya tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Hal ini mencakup pencegahan deforestasi serta perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat adat.
Ia juga menyoroti potensi konflik antara kebutuhan energi dan pangan. Menurutnya, peningkatan alokasi crude palm oil (CPO) untuk energi harus diimbangi dengan pengelolaan pasokan pangan.
“Peningkatan alokasi CPO ke energi dapat mengurangi pasokan pangan dan memicu kenaikan harga minyak goreng,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menyebut program biodiesel berkontribusi besar dalam menekan impor BBM fosil.
Ia menjelaskan, Indonesia secara bertahap mengembangkan mandatori biodiesel dari B1 hingga B50 yang ditargetkan pada Juli 2026. Program ini mampu mengurangi ketergantungan impor solar hingga sekitar 50 persen.
Baca juga : Herdman Terpukau Atmosfer GBK, Sebut Seperti Gunung Berapi
“Salah satu keberhasilan kita saat ini adalah substitusi solar impor dengan biodiesel sawit,” tegasnya.
Tungkot merinci, penerapan biodiesel B40 berhasil menurunkan impor solar dari 8,3 juta kiloliter pada 2024 menjadi 5 juta kiloliter pada 2025. Penurunan ini menunjukkan efektivitas kebijakan dalam mengurangi ketergantungan energi impor.
Dari sisi ekonomi, kebijakan biodiesel sepanjang 2025 mampu menghemat devisa hingga Rp130,21 triliun. Selain itu, program ini juga meningkatkan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp20,43 triliun.
Tak hanya itu, penggunaan biodiesel juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Tercatat, emisi berhasil ditekan hingga 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.
Menurut Tungkot, penggunaan bioenergi sawit lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar fosil. Hal ini karena emisi yang dihasilkan lebih rendah.
Baca juga : Jadi Tersangka, Samin Tan Tetap Wajib Bayar Denda Rp 4,2 Triliun
“Dengan menggunakan bioenergi sawit, Indonesia telah berkontribusi mengurangi emisi global,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan biodiesel merupakan bagian dari upaya mencapai kemandirian energi nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM fosil.
Selain sektor energi, kebijakan ini juga berdampak positif bagi perekonomian nasional. Permintaan CPO meningkat sehingga dapat menjaga harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
Tungkot menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan teknologi dalam industri sawit. Langkah ini diperlukan agar program biodiesel semakin efisien dan berkelanjutan.
“Produktivitas kebun sawit harus terus ditingkatkan dan teknologi bioenergi diperbaiki,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya