Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Detect Me, Inovasi Deteksi Dini Kehamilan Untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Kamis, 16 April 2026 12:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, mencapai 140 per 100 ribu kelahiran hidup. Detect Me hadir sebagai perangkat pemantauan janin mandiri berbasis sistem digital yang bisa digunakan dari rumah.
Perangkat ini memungkinkan ibu hamil memantau kondisi janin tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. Data yang direkam terhubung ke aplikasi mobile dan platform web, lalu dipantau tenaga kesehatan secara real time.
Detect Me dikembangkan melalui proyek riset ULTRALIGHT yang melibatkan tujuh institusi Indonesia dan Australia. Penelitian dilakukan di wilayah dengan risiko tinggi seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga komunitas imigran di Australia.
Associate Professor Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Restuning Widiasih mengatakan tantangan utama bukan hanya teknologi, tetapi perubahan kebiasaan masyarakat.
“Ada culture ibu hamil yang terbiasa dilayani, tinggal menunggu tenaga kesehatan datang,” ujarnya, dalam IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, selama ini ibu hamil lebih banyak menjadi penerima layanan pasif. Penggunaan perangkat mandiri seperti Detect Me menuntut peran aktif yang belum terbiasa dilakukan.
Baca juga : Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Penanganan Tuberkulosis
“Sekarang mereka diminta memakai alat sendiri di rumah dan itu membuat sebagian merasa takut,” katanya.
Di sisi lain, penggunaan perangkat ini memicu keterlibatan keluarga. Restuning menyebut para suami mulai ikut membantu penggunaan alat dan memperhatikan kondisi janin.
Detect Me bekerja dengan merekam kondisi janin secara berkala. Data tersebut langsung dikirim ke sistem digital yang dapat diakses tenaga kesehatan di puskesmas maupun bidan desa.
Jika terdeteksi anomali, tenaga kesehatan dapat segera melakukan intervensi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi keterlambatan penanganan yang selama ini menjadi faktor risiko utama. Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) Randy Teguh menilai inovasi seperti Detect Me memiliki peluang masuk ke sistem layanan pemerintah.
“Inovasi seperti ini menarik untuk masuk ke pasar pemerintah karena efisien,” katanya.
Namun, ia mengingatkan tantangan dari sisi adopsi di lapangan. Harga yang terjangkau tidak selalu menjamin penggunaan luas.
Baca juga : Dirjen Imigrasi Baru Usung Layanan Keimigrasian Untuk Rakyat
“Ada paradoks, harga murah belum tentu laku,” ujarnya.
Randy juga menyinggung pengalaman sebelumnya ketika inovasi serupa tidak berkembang di dalam negeri. Ia menilai kondisi saat ini berbeda karena dukungan kebijakan semakin kuat. “Momentumnya sekarang berbeda,” katanya.
Restuning kembali menegaskan, teknologi tidak akan berdampak tanpa dukungan kolaborasi. Integrasi dengan sistem kesehatan menjadi kunci agar inovasi ini bisa digunakan secara luas.
“Detect Me tidak ada dampaknya kalau tidak ada kolaborasi,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan alat ini diarahkan menjadi lebih ringkas dan praktis. Tim menargetkan bentuk perangkat yang lebih kecil agar mudah digunakan masyarakat.
Selain itu, kesiapan infrastruktur digital dan pelatihan tenaga kesehatan menjadi faktor penting. Tanpa dukungan tersebut, teknologi berisiko sulit diterapkan secara luas.
Baca juga : Disebut Provinsi China Sama Kamerun, Taiwan Boikot Pertemuan Tingkat Tinggi WTO
Detect Me mendorong perubahan pendekatan layanan kesehatan ibu, dari yang sebelumnya menunggu menjadi lebih antisipatif. Deteksi dini di tingkat rumah tangga membuka peluang penanganan lebih cepat.
Bagi ibu hamil di daerah terpencil, alat ini bisa menjadi jembatan akses layanan kesehatan. Mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kunjungan langsung tenaga kesehatan.
Adapun IDE Katadata Future Forum digelar sejak 2019. Forum tahun ini menghadirkan para pembicara lintas sektor. Mulai dari Kementerian salah satunya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Stella Christie. Ada juga pelaku industri kreatif hingga perwakilan industri global seperti IBM dan Roblox.
Acara ini juga didukung oleh BYTEPLUS, PT Telkom Indonesia Persero Tbk, PT Bank Mandiri Persero Tbk, KONEKSI, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk, WhaTap Labs, PT PLN Persero, dan PT Pupuk Indonesia Persero.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya