Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
APHI Gandeng Kampus, Dorong Multiusaha Kehutanan dan Cegah Karhutla
Sabtu, 18 April 2026 10:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini difokuskan pada percepatan implementasi multiusaha kehutanan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah itu ditandai dengan kunjungan kerja APHI ke Universitas Jambi, Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia usaha kehutanan dan akademisi.
Ketua Umum APHI Soewarso menegaskan, peran perguruan tinggi penting untuk memperkuat basis ilmiah dalam pengelolaan hutan. Keterlibatan kampus dinilai bisa mendorong riset terapan, inovasi teknologi, hingga penyusunan model bisnis berkelanjutan.
“Kami mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam pengembangan multiusaha kehutanan berbasis lanskap,” ujarnya.
Baca juga : Pemprov Jambi dan APHI Perkuat Kolaborasi, Kembangkan MUK & Cegah Karhutla
Menurut Soewarso, pendekatan multiusaha kehutanan perlu dikombinasikan dengan strategi jangka benah. Langkah ini dinilai efektif untuk menata ulang tata kelola kawasan hutan secara bertahap, termasuk penanganan keberadaan kelapa sawit di dalam kawasan hutan.
Ia menjelaskan, strategi tersebut tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Di sisi lain, APHI juga menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran, terutama di kawasan rawan seperti lahan gambut.
“Pencegahan karhutla harus menjadi prioritas bersama, dengan mengedepankan upaya dini dan pemanfaatan teknologi,” kata Soewarso.
Baca juga : Ibas Dorong Penguatan Kedaulatan Energi dan Tata Kelola Migas Nasional
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi Bambang Irawan menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai, pengembangan multiusaha kehutanan perlu diintegrasikan dengan pendekatan jangka benah agar pengelolaan hutan berjalan seimbang.
“Integrasi ini penting untuk memastikan aspek produksi, konservasi, dan kepastian hukum bisa berjalan bersama,” ujarnya.
Menurut Bambang, pendekatan berbasis lanskap juga relevan untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan pangan. Integrasi antara sektor kehutanan dan pertanian dinilai dapat membuka peluang optimalisasi ruang tanpa mengganggu fungsi ekologis.
Di sisi pendidikan, Universitas Jambi terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan Program Studi Silvikultur. Program ini didukung kerja sama dengan industri untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan lapangan dan kurikulum.
Baca juga : Gandeng Unhas, IPN Kembangkan Bibit Padi Unggul
“Penguatan kurikulum berbasis praktik menjadi kunci mencetak SDM kehutanan yang siap terjun,” kata Bambang.
Ia menambahkan, keberadaan Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan menjadi modal penting untuk mendorong kolaborasi multipihak. Forum ini diharapkan mampu memperkuat implementasi multiusaha kehutanan sekaligus mendukung pengendalian karhutla secara terkoordinasi.
Melalui sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi, APHI berharap pengelolaan hutan ke depan semakin adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya