Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Temuan Gas Jumbo di Blok Ganal Mantapkan Prospek Ketahanan Energi Nasional
Senin, 20 April 2026 18:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Angin segar datang dari pengelolaan hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.
Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dengan porsi kepemilikan 82 persen. Sebanyak 18 persen sisanya dimiliki Sinopec.
Ini merupakan sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat. Eksplorasi yang melibatkan perusahaan energi asal Italia, ENI, menegaskan bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi terhadap ENI atas keberhasilan penemuan tersebut. Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi migas, sebagai penopang ketahanan energi nasional dan upaya untuk swasembada energi.
"Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan. Kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru," kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca juga : Memperkuat Kolaborasi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional di Tengah Gejolak Global
"Ini adalah hasil eksplorasi. Setelah ini, mereka juga akan melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain, selain wilayah Kalimantan Timur," imbuhnya.
Bahlil menjelaskan, pada tahun 2028, produksi puncak yang bisa dicapai oleh ENI adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat apabila dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD. Angka ini terus akan ditingkatkan hingga tahun 2030, akan dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.
"Ini (penemuan) giant. Selain gas, nanti di tahun 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Tahun 2029-2030, bisa kita tambah lagi menjadi 150 ribu barel hari (dari wilayah kerja yang dikelola ENI)," jelasnya.
Bahlil optimistis, seiring dengan meningkatnya produksi ENI, sejalan dengan strategi pemerintah untuk mampu memenuhi kebutuhan gas dari dalam negeri. Selain itu, peningkatan produksi kondensat juga akan mengurangi impor minyak.
Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.
Baca juga : Prasasti: Diplomasi Energi Kunci Ketahanan Nasional
Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut, serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.
Penemuan Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru. Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.
Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, yakni Sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.
Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.
Baca juga : Bertemu WHIM Management, Wapres Gibran Dorong Penguatan Industri Game Nasional
Selain berdampak pada peningkatan cadangan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi.
ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, demi mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya