Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rupiah Melemah Ke Rp 17.200, Pasar Cermati Risiko Global
Kamis, 23 April 2026 09:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4/2026) tercatat melemah 0,23 persen ke level Rp 17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.221 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,19 persen, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, dan dolar Taiwan melemah 0,02 persen. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,06 persen, won Korea Selatan naik 0,06 persen, yuan China menguat 0,05 persen, dolar Hong Kong naik 0,02 persen, dan dolar Singapura menguat 0,008 persen.
Baca juga : Rupiah Turun Tipis Ke Rp 17.153, Pasar Tunggu Hasil RDG BI
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat menguat 0,05 persen ke level 98,45. Di sisi lain, rupiah justru menguat terhadap beberapa mata uang global, yakni terhadap poundsterling Inggris naik 0,72 persen ke level Rp 23.332, terhadap euro menguat 0,32 persen ke Rp 19.797, serta terhadap dolar Australia naik 0,69 persen ke Rp12.365.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Penguatan dolar AS terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk rencana perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Baca juga : IHSG Melemah Ke Level 7.528 Pada Awal Perdagangan
“Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar,” ujarnya dalam riset harian.
Dari dalam negeri, tekanan juga datang dari besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah pada 2026, dengan jatuh tempo utang mencapai Rp 833,96 triliun.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Menguat Ke Rp 17.125
Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.180 hingga Rp 17.220 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya