Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indef Desak Subsidi BBM Dialihkan Langsung Ke Individu
63 % Penikmat Pertalite Ternyata Orang Mampu
Sabtu, 25 April 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dinilai belum tepat sasaran. Hasil kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menunjukkan, mayoritas konsumennya justru berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas.
Kepala Center of Industry, Trade and Investment Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan, BBM subsidi seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Sebanyak 63 persen mereka yang mengonsumsi Pertalite itu berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah ke atas,” kata Andry di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca juga : Jelang Musyawarah Daerah, Elite Golkar Sulsel Berebut Dukungan
Dia menilai, skema subsidi berbasis komoditas membuka peluang penyimpangan karena dapat diakses oleh kelompok yang tidak berhak.
“Artinya, pasti akan dikonsumsi oleh masyarakat yang bukan seharusnya, masyarakat kelas menengah ke atas dalam hal ini untuk Pertalite,” ujarnya.
Menurut Andry, subsidi sebaiknya diarahkan langsung kepada individu, agar lebih tepat sasaran dan adil.
Baca juga : Revisi UU Pemilu, NasDem Usul Threshold Berlaku Hingga DPRD
“Seharusnya Pertalite untuk orang kurang mampu dan yang mampu beli Pertamax. Dari sisi kualitasnya saja berbeda,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan, gejolak geopolitik global berpotensi menekan fiskal negara jika subsidi terus diperbesar untuk menahan harga BBM.
“Ini yang tidak kita inginkan ke depannya. Kita inginkan, semakin tahan energi di Indonesia, itu pastinya semakin tahan juga dari sisi fiskal,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya