Dark/Light Mode

Telkom Tanam 10 Ribu Mangrove dan 2000 Terumbu Karang di Lombok

Minggu, 26 April 2026 08:19 WIB
Telkom menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4/2026). (Foto: Dok. Telkom)
Telkom menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4/2026). (Foto: Dok. Telkom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 bertema Our Power, Our Planet, PT Telkom Indonesia menanam 10.000 mangrove dan melakukan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan bersama mitra strategis dan melibatkan masyarakat setempat sebagai upaya pelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak demi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto mengatakan, Hari Bumi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa pertumbuhan digital harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Baca juga : Dukung Investasi Hijau, Bank BSN Tanam Ribuan Mangrove di Teluk Benoa

"Telkom memandang keberlanjutan bukan sekadar program pendukung, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Melalui konservasi mangrove dan terumbu karang, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar," ujar Haery dalam keterangannya Minggu (26/4/2026).

Lokasi konservasi dipilih karena berada di jalur strategis Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) TelkomGroup Mandalika–Sanur. Keberadaan ekosistem pesisir yang sehat dinilai penting untuk menjaga ketahanan kawasan dari abrasi serta mendukung keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital Mangrove berperan sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, penyerap karbon biru (blue carbon), sekaligus habitat berbagai biota laut. Sementara terumbu karang menjaga keanekaragaman hayati laut dan menopang ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan dan pariwisata.

Sepanjang 2025, Telkom juga menjalankan berbagai program konservasi, seperti pengumpulan lebih dari 3,3 ton sampah plastik atau setara 177.915 botol melalui Reverse Vending Machine (RVM) di Telkom Hub Jakarta, pengelolaan sirkular limbah kabel serat optik dengan tingkat pemulihan 73 persen, hingga sertifikasi gedung ramah lingkungan EDGE untuk efisiensi energi.

Baca juga : Arus Balik Lancar, 651 Ribu Lebih Penumpang & 169 Ribu Kendaraan Menuju Jawa

Sebagai langkah adaptasi perubahan iklim, Telkom juga menjalankan Climate Transition Plan menuju target Net Zero Emission 2060.

Perusahaan menargetkan penurunan 20 persen emisi GRK cakupan 1 dan 2, efisiensi energi hingga 10 persen, pembangunan panel surya berkapasitas lebih dari 14 MWp, serta pengurangan sampah minimal 70 persen.

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan, transformasi hijau membutuhkan konsistensi dan kolaborasi semua pihak.

Baca juga : Program Mudik Asyik, Perpusnas Bagikan 24.000 Buku Bacaan Anak di 9 Titik

"Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Melalui GoZero persen, Telkom berkomitmen menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan," pungkas Gunawan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.