Dark/Light Mode

Penjualan Meroket Rp 14 T, AMMAN Kantongi Laba Rp 2,83 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 08:52 WIB
Penjualan Meroket Rp 14 T, AMMAN Kantongi Laba Rp 2,83 Triliun

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid pada kuartal pertama 2026.

Perusahaan membukukan laba bersih sebesar 163 juta dolar Amerika Serikat (AS) (sekitar Rp 2,83 triliun, kurs Rp 17.352,55 per dolar AS), berbalik dari laba bersih 138 juta dollar AS (sekitar Rp 2,39 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini juga ditopang oleh peningkatan penjualan bersih yang mencapai 808 juta dolar AS (sekitar Rp 14,02 triliun) serta EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar 508 juta dollar AS (sekitar Rp 8,82 triliun) dengan margin 63 persen.

Baca juga : Kinerja Solid, Citi Indonesia Catat Laba Bersih Rp2,8 Triliun di 2025

Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto mengatakan, pencapaian tersebut didorong oleh kinerja operasional yang membaik serta kembali dibukanya ekspor konsentrat.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis. Dari sisi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didukung oleh peningkatan jumlah penghematan segar yang ditambang serta perbaikan kadar penghematan,” kata Arief.

Pada periode ini, konsentrat produksi AMMAN mencapai 167.792 metrik ton kering, dengan kandungan sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.115 ons emas. Sementara itu, produksi katoda tembaga tercatat 27.670 ton dan emas murni 66.209 ons.

Baca juga : CIMB Niaga Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp 2,3 Triliun di Kuartal I-2026

Kinerja tersebut juga didukung oleh izin ekspor konsentrat yang diperoleh pada akhir Oktober 2025 dengan kuota 480.000 metrik ton kering hingga April 2026.

Namun, perusahaan tidak akan memanfaatkan kuota secara penuh karena sebagian konsentrat dialokasikan untuk mendukung peningkatan kapasitas smelter.

Dari sisi operasional, AMMAN terus meningkatkan kapasitas smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Uji kinerja utama telah diselesaikan dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Juli 2026.

Baca juga : Kredit Tumbuh 20,1 Persen, BNI Kantongi Laba Bersih 5,6 Triliun

Arief menegaskan, perusahaan tetap fokus menjaga stabilitas operasi smelter sekaligus melanjutkan proyek ekspansi, termasuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) serta perluasan konsentrator pabrik.

“Prioritas utama kami tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Meskipun kami tetap mencermati wilayah geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat,” ujar Arief.

Ke depan, AMMAN membayangkan produksi konsentrat pada 2026 mencapai 900.000 metrik ton kering, dengan kandungan 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas, disertai dengan proses peningkatan kapasitas fasilitas yang terus berjalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.