Dark/Light Mode

HKTI Minta Bulog Bersiap Serap Hasil Panen Raya Petani

Selasa, 24 Maret 2020 14:54 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan) saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. (Foto: Humas Kementan)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan) saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja, meminta Bulog mempersiapkan mekanisme penyerapan panen raya yang akan berlangsung pada akhir Maret hingga April 2020. Persiapan itu penting agar harga gabah petani tetap terjaga.

"Bulog harus bersiap dan menyerap beras berkualitas hasil panen raya. Sehingga tidak terjadi keraguan dan kelangkaan di kalangan masyarakat. Terlebih, Bulog hanya menguasai 9 persen stok beras yang ada," ujar Entang, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (24/3).

Menurut Entang, persiapan lainya adalah memeriksa stok beras yang sebagian besar ada di gudang-gudang masyarakat. Karena itu, Bulog harus melakukan pengecekan hingga ke level bawah.

Berita Terkait : Melimpah, Gunung Kidul Sedang Panen Kacang dan Jagung

"Sebaiknya, untuk mengetahui stok yang terukur, indikatornya bukan hanya dari stok Bulog, namun juga berapa jumlah stok keseluruhan di masyarakat. Ini penting karena akan memperkuat basis data yang berkualitas," katanya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, jumlah stok beras saat ini mencapai 3 juta ton. Jumlah tersebut kemungkinan besar bertambah menjadi 11 juta ton seiring berlangsungnya panen raya di Maret dan April.

Presiden Jokowi, dalam rapat terbatasnya beberapa waktu lalu, meminta jajarannya memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Presiden meminta agar kementerian dan lembaga segera menjalankan kebijakan insnetif ekonomi, utamanya bagi pelaku usaha dan UMKM yang terkena dampak ekonomi penyebaran Covid-19.

Berita Terkait : Penanggulangan Covid-19, Sektor Pertanian Juga Harus Dapat Perhatian Khusus

"Perintah Presiden sudah jelas bahwa harus melakukan konsolidasi data terkait peta pelaku usaha dan UMKM, agar kebijakan yang diambil tidak salah sasaran. Sekarang kan yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian bertindak melalui kemampun deteksi dini," kata Entang.

Jelang menghadapi panen raya mendatang, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menginisiasi pembentukan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling Padi). Kata Syahrul, Kostraling Padi adalah perangkat panen yang mendorong aktivitas perusahan plat merah untuk melakukan penyerapan. 

"Saya mengajak para pelaku usaha penggilingan padi agar bekerjasama dengan poktan/Gapoktan khususnya yang pernah menerima alat Rice Milling Unit (RMU)/dryer agar saling bantu menjaga kualitas produknya, termasuk dalam hal pemasarannya. Untuk itu, saya berharap seluruh pelaku usaha penggilingan padi dapat bergabung dengan Kostraling, saya berikan kesempatan kepada yang memang siap dan punya integritas untuk membantu dan berfungsi menjadi muara akhir dari ekosistem pertanian," tutupnya. [KAL]