Dark/Light Mode

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan 580 Paket Sembako Bagi Pekerja di Jakarta Timur

Selasa, 5 Mei 2026 20:04 WIB
Penyaluran 580 paket sembako secara simbolis oleh BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jakarta Timur kepada serikat pekerja, sebagai bentuk kepedulian dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Sabtu (2/5/2026)   (Foto: Dok  BPJS Ketenagkerjaan)
Penyaluran 580 paket sembako secara simbolis oleh BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jakarta Timur kepada serikat pekerja, sebagai bentuk kepedulian dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Sabtu (2/5/2026) (Foto: Dok BPJS Ketenagkerjaan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Jakarta Timur menyalurkan 580 paket sembako kepada serikat pekerja dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

Penyaluran bantuan dilakukan di Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Timur pada Sabtu (2/5/2026).

Paket sembako diserahkan oleh perwakilan dari Kantor Cabang Jakarta Rawamangun, Jakarta Buaran, Jakarta Ceger, dan Jakarta Duren Sawit.

Selanjutnya, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada para pekerja melalui serikat pekerja di Jakarta Timur.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Rp298 Juta Untuk Korban KRL

Kepala Kantor Cabang Jakarta Duren Sawit Arief Dharmawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

"Momentum May Day ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam aspek Care, yaitu kepedulian terhadap pekerja. Kami ingin hadir langsung dan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja dan keluarganya," kata Arief dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan perlindungan pekerja melalui tiga pilar utama, yakni Coverage, Care, dan Credibility.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan kepesertaan pekerja di Jakarta Timur melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp340 Juta Ke Keluarga Korban KRL

Menurutnya, peningkatan cakupan dilakukan melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan pemberi kerja, serta edukasi bagi pekerja informal.

BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng pemerintah daerah, dinas terkait, hingga komunitas seperti RT/RW dan tempat ibadah untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait jaminan sosial.

"Bagi pekerja informal, kami dorong melalui pendekatan manfaat program. Dengan iuran yang sangat terjangkau, ditambah adanya diskon iuran 50 persen, hanya dengan Rp8.400 mereka sudah mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," tuturnya.

Lebih lanjut, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program 'Sertakan', yakni ajakan kepada perusahaan untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat rentan di sekitar lingkungan kerja.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan ke Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Melalui program ini, perusahaan dapat membantu melindungi pekerja informal di lingkungan sekitar.

"Misalnya, seperti ojek atau pekerja lain yang mendukung aktivitas perusahaan. Ini menjadi langkah konkret dalam memperluas perlindungan jaminan sosial," pungkas Arief.

Adapun, kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menjaga keberlangsungan ekonomi, khususnya di Jakarta Timur yang dikenal sebagai wilayah padat karya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.